Gugatan Rebranding Tidak Akan Ganggu IPO GoTo
Kamis, 17 Maret 2022 | 14:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT GoTo Gojek Tokopedia menjelaskan terkait gugatan PT Terbit Financial Technology (TFT) atas tuduhan pelanggaran merek GOTO.
Dalam prospektus GoTo dijelaskan bahwa pada tanggal 2 November 2021, PT Terbit Financial Technology (TFT) mengajukan gugatan atas tuduhan pelanggaran merek oleh emiten dan Tokopedia di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah Registrasi Perkara No. 71/Pdt.Sus-Merek/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Gugatan tersebut pada dasarnya menuntut pengadilan untuk, antara lain menyatakan bahwa emiten (dahulu bernama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek) dan Tokopedia telah melakukan pelanggaran terhadap merek GOTO yang dimiliki oleh PT TFT; memerintahkan emiten dan Tokopedia untuk membayar ganti rugi atas kerugian materiel dan imateriel sebesar kurang lebih Rp 2,08 triliun kepada PT TFT; mengeluarkan perintah penghentian penggunaan merek GOTO dan variannya; dan menginstruksikan DJKI untuk menolak permohonan merek GOTO atau variannya yang telah diajukan oleh emiten.
Gugatan tersebut menyatakan bahwa emiten dan Tokopedia telah melakukan pelanggaran dengan menggunakan merek GOTO yang telah didaftarkan di bawah No. IDM000858218 atas nama PT TFT untuk kelas 42.
Baca Juga: Ekonomi Digital Prospektif, GoTo Diprediksi Diburu Investor
"Namun demikian, penting untuk diperhatikan bahwa meskipun dengan adanya perkara hukum ini, DJKI tetap memproses dan menyetujui pengajuan pendaftaran merek-merek yang diajukan emiten sebagaimana terbukti dengan emiten telah berhasil memiliki 18 pendaftaran untuk merek GOTO, GoTo (stylized), dan GoTo Financial," papar prospektus GoTo dikutip Kamis (17/3/2022).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




