Analis: Saham GoTo Layak Dibeli, tetapi Ekspektasi Jangan Terlalu Tinggi
Senin, 28 Maret 2022 | 11:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Head of Market Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana berpendapat bahwa saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bisa menjadi diversifikasi saham bagi investor. Ia mengatakan, posisi Tokopedia saat ini menjadi marketplace nomor satu di Indonesia atau telah menjadi market leader di bidangnya.
Dalam prospektus GoTo, Tokopedia diproyeksikan profit dalam tiga tahun ke depan. "Tidak ada salahnya untuk masuk, tetapi jangan terlalu besar dan ekspektasi itu ya harus dijaga," ungkap Wawan kepada Investor Daily, Minggu (17/3/2022).
Ia menilai, dengan kapitalisasi superbesar, posisi GoTo akan menjadi nomor empat setelah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sehingga akan mempengaruhi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Baca Juga: Belajar dari Bukalapak, GoTo Pasang Harga IPO "Murah"
Pada awal perdagangan, saham GoTo juga bisa dipastikan terjaga karena memiliki skema greenshoe dengan cakupan 15% saham akan dibeli bila harganya turun di bawah harga IPO. "Tetapi sekali lagi, skema greenshoe ini ada batasnya. Dia cuma meng-cover 15% sampai kalau lebih dari itu ya jebol juga, artinya bisa turun di bawah harga IPO," tegas Wawan.
Diingatkan pula kepada calon investor untuk mempersiapkan exit strategy sebelum membeli saham GoTo, seperti membuat batas profit loss agar tahu kapan harus menjual kembali saat harga turun. Kemudian, membuat target profit dalam kurun waktu tertentu untuk kejelasan tujuan di awal, berapa keuntungan yang ingin dicapai dan berapa lama saham akan dipertahankan.
"Harus punya profil risiko juga. Sesuaikan, misalnya mau pegang lama ya silakan tetapi harus tahan dengan volatilitasnya. Karena saya yakin GoTo akan volatil," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




