CORE Indonesia: Investasi Telkom di GOTO Menguntungkan
Senin, 13 Juni 2022 | 22:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Ekonomi Politik CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai penyertaan modal BUMN telekomunikasi di platform digital terbesar dan terintegrasi di Indonesia, GOTO, menguntungkan. Menurut Piter, investasi tersebut tidak saja menguntungkan dari sisi capital gain, tetapi juga menjanjikan kolaborasi bisnis luar biasa yang berdampak pada peningkatan revenue Telkom.
"Telkom masuk ke bisnis digital dengan cara yang cerdas, yakni berinvestasi dan bekerja sama dengan market leader," kata Piter kepada wartawan, Senin (13/6/2022).
Dijelaskan, proses investasi dijalankan secara benar dan telah memenuhi semua ketentuan dan melalui proses persetujuan banyak pihak termasuk restu dari Singtel, BUMN Singapura, pemilik 35 persen saham Telkomsel. Keberadaan Telkom dan GOTO sebagai perusahaan publik merupakan jaminan bahwa keduanya menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang benar atau good corporate governance (GCG).
Baca Juga: Erick Thohir Targetkan 20% Direksi BUMN dari Generasi Muda
"Justru kita perlu mengapresiasi Telkomsel atas kebijakannya berinvestasi di GOTO, karena GOTO adalah market leader dan jangkar utama ekonomi digital di negeri ini. Sungguh aneh apabila perusahaan telekomunikasi sebesar mereka tidak ikut berinvestasi di perusahaan yang menjadi penentu masa depan ekonomi digital. Akan menjadi penyesalan di kemudian hari," ujarya.
Piter menambahkan dari sisi pergerakan harga saham, Telkomsel berpotensi meraup keuntungan luar biasa. Harga saham GOTO sudah melampaui harga saat IPO di Rp 338 per lembar saham, sedangkan nilai investasi Telkomsel sebesar Rp 270 per lembar. Artinya, sudah keuntungan triliunan dari investasi awal mereka di akhir 2020.
Baca Juga: Begini Empat Fokus Strategi GoTo Tingkatkan Profitabilitas
"Floating loss Telkom adalah awal mula dari semua kekisruhan ini, lalu dibuat melebar dan kemudian dipolitisasi secara berlebihan. Isu awalnya sudah terjawab, lalu apa lagi motivasi mereka? Yang perlu diingat, politisasi berlebihan akan berdampak buruk terhadap iklim investasi startup yang justru saat ini menghadapi tantangan berat. GOTO perusahaan tangguh, tetapi startup atau calon-calon unicorn belum sekuat itu dan membutuhkan investasi," ungkap Piter.
Pengamat Ekonomi Politik UIN Syarif Hidayatullah Dani Setiawan mencium bau tak sedap dari manuver para politikus di kasus investasi Telkom. Dani menduga tujuan politikus tersebut bukan lagi mempersoalkan investasinya, tetapi menyerang Menteri BUMN Erick Thohir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




