ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasil Sadapan Pejabat Iran Ungkap Serangan AS Tak Separah yang Diduga

Senin, 30 Juni 2025 | 14:40 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Citra satelit Planet Labs PBC menunjukkan lokasi pengayaan nuklir bawah tanah Iran di Fordow setelah serangan udara AS pada hari Minggu, 22 Juni 2025.
Citra satelit Planet Labs PBC menunjukkan lokasi pengayaan nuklir bawah tanah Iran di Fordow setelah serangan udara AS pada hari Minggu, 22 Juni 2025. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com — Surat kabar The Washington Post mengutip hasil penyadapan panggilan telepon pejabat tinggi Iran yang menunjukkan bahwa operasi Night Hammer yang dilakukan Amerika Serikat menyebabkan kerusakan lebih kecil dari yang diperkirakan pemerintah Teheran.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Minggu (29/6/2025), mengutip dari empat sumber intelijen, disebutkan bahwa AS menyadap pembicaraan antara pejabat senior Iran. Dalam percakapan itu, mereka berspekulasi mengapa serangan udara pada Minggu (22/6/2025) dini hari oleh Washington tidak berdampak besar seperti yang diprediksi sebelumnya.

Meskipun isi pembicaraan tidak dijelaskan secara terperinci, informasi itu memunculkan pertanyaan terkait hasil sebenarnya dari serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Operasi Night Hammer telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran dan menyebut program atom Iran mundur puluhan tahun.

ADVERTISEMENT

Namun, hingga saat ini pemerintah Iran belum mengeluarkan komentar resmi terkait bocoran tersebut.

Pejabat Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menanggapi laporan itu dengan menyebut penyebaran informasi tersebut memalukan dan menuduh The Washington Post mendukung kegiatan kriminal karena menerbitkan informasi bocor yang dianggap keluar dari konteks.

"Pejabat Iran yang tidak dikenal tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di bawah ratusan meter batu. Program nuklir mereka sudah berakhir," tegas Leavitt.

Seorang pejabat senior Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menyatakan bahwa informasi dari panggilan telepon tidak dapat disamakan dengan penilaian intelijen penuh.

"Potongan kecil cerita tidak mencerminkan keseluruhan narasi. Penilaian lengkap dibangun dari berbagai sumber, bukti, dan metode," ujarnya.

Sementara itu, seorang pejabat AS lain menyatakan bahwa Iran telah salah menilai dampak serangan tersebut. "Kami menghancurkan fasilitas konversi logam mereka. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali," ujarnya.

Fasilitas konversi logam sangat penting dalam proyek nuklir, baik untuk pembuatan batang bahan bakar reaktor maupun untuk inti bom nuklir.

Pada pertemuan rahasia pekan lalu yang dihadiri pejabat militer, intelijen, dan anggota parlemen AS, Direktur CIA John Ratcliffe mengonfirmasi bahwa beberapa infrastruktur utama program nuklir Iran telah hancur. Ia juga menyebut bahwa sebagian besar uranium yang diperkaya Iran mungkin dikubur di Isfahan dan Fordow.

Meski begitu, beberapa laporan intelijen awal menyebut bahwa kerusakan hanya membuat Iran mundur beberapa bulan, bukan puluhan tahun seperti klaim Trump.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, membantah klaim Trump dan mengatakan bahwa AS tidak melakukan sesuatu yang penting.

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, dalam wawancaranya yang disiarkan pada 29 Juni, mengonfirmasi bahwa beberapa fasilitas nuklir Iran selamat dari serangan dan dapat kembali beroperasi dalam beberapa bulan ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Serangan AS Hanya Lumpuhkan Fordow, Natanz dan Isfahan Masih Aktif

Serangan AS Hanya Lumpuhkan Fordow, Natanz dan Isfahan Masih Aktif

INTERNASIONAL
Rusak Usai Serang Iran, Pengebom B-2 AS Mendarat Darurat di Hawaii

Rusak Usai Serang Iran, Pengebom B-2 AS Mendarat Darurat di Hawaii

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon