UNRWA Rilis Rekaman Mengerikan Mayat dan Warga kelaparan di Gaza
Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:37 WIB
Gaza, Beritasatu.com — Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (8/10/2025) merilis rekaman terbaru yang menggambarkan parahnya krisis kemanusiaan dan kehancuran di Jalur Gaza, tepat dua tahun sejak Israel melancarkan serangan yang hingga kini masih berlangsung.
Video tersebut, yang juga diunggah di platform X, diambil dari kamera dasbor kendaraan UNRWA yang beroperasi di Gaza. Rekaman memperlihatkan kehancuran total di berbagai wilayah, termasuk jalan, permukiman, dan bangunan publik, akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut tanpa henti.
Dalam salah satu cuplikan, terlihat jasad seorang warga Palestina tergeletak di pinggir jalan. Cuplikan lain menunjukkan kelompok pengungsi, sebagian besar perempuan dan anak-anak berjalan dengan tangan terangkat sambil membawa kain putih, berpindah dari satu area hancur ke wilayah lain.
Rekaman tersebut juga menampilkan komunikasi radio antara staf UNRWA. Seorang pekerja terdengar berkata satu sekolah lagi hancur, yang mengacu pada salah satu sekolah PBB yang menjadi target serangan. Cuplikan lain memperlihatkan tentara Israel menembakkan tembakan peringatan ke arah konvoi UNRWA yang mencoba melintas.
UNRWA menegaskan bahwa banyak sekolah yang menjadi tempat penampungan pengungsi Palestina telah berulang kali dibombardir, dan sejumlah besar fasilitas milik badan PBB itu rusak parah sejak awal serangan.
Badan PBB tersebut juga melaporkan terjadinya kelaparan akut di Gaza, dengan sedikitnya 455 orang meninggal akibat malnutrisi. Hampir seluruh lahan pertanian di wilayah tersebut hancur dan tidak dapat lagi dimanfaatkan.
Menurut UNRWA, Israel telah menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan selama lebih dari tujuh bulan, meski lembaga itu memiliki persediaan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Gaza selama tiga bulan.
UNRWA kembali mendesak Israel untuk segera menghentikan blokade di Jalur Gaza dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Palestina guna mencegah krisis yang semakin memburuk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




