ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Diproyeksikan Masuk 4 Besar Pasar Aviasi Global

Rabu, 26 November 2025 | 23:29 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia diperkirakan akan menempati posisi sebagai pasar penumpang penerbangan terbesar keempat di dunia pada periode 2036–2040. Proyeksi tersebut disampaikan Presiden Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO), Salvatore Sciacchitano, sejalan dengan kajian Airport Council International (ACI).

Informasi itu disampaikan dalam resepsi diplomatik di Markas Besar ICAO, Montréal, Kanada, yang sekaligus memperingati 75 tahun keanggotaan Indonesia di ICAO, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (26/11/2025).

Sciacchitano menilai Indonesia memiliki potensi pertumbuhan sektor aviasi yang sangat kuat dalam satu dekade mendatang, didukung oleh perkembangan trafik penumpang dan posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Pasifik.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan Capt Sigit Hani Hadiyanto menegaskan bahwa ICAO memegang peran penting sebagai mitra dalam pembentukan kebijakan serta standardisasi penerbangan sipil global.

“ICAO merupakan mitra dalam membentuk kebijakan dan standardisasi penerbangan, di mana negara anggota bekerja sama menuju dunia aviasi yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Sigit.

Indonesia resmi bergabung dengan ICAO pada 1950, atau lima tahun setelah kemerdekaan. Sejak saat itu, penerbangan nasional diarahkan menjadi tulang punggung konektivitas antardaerah sekaligus jembatan hubungan internasional.

Saat ini, Indonesia mengelola salah satu wilayah ruang udara terluas di kawasan Asia Pasifik serta berperan sebagai penghubung strategis antara jalur penerbangan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang menopang mobilitas regional.

Duta Besar RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk ICAO Muhsin Syihab menyoroti perjalanan panjang Indonesia sebagai anggota ICAO yang telah membentuk fondasi kontribusi berkelanjutan dalam tata kelola penerbangan internasional.

“Indonesia telah melakukan banyak perbaikan dan berpartisipasi aktif dalam penyusunan standar penerbangan internasional. Kami berkomitmen menjawab evolusi sektor aviasi,” kata Muhsin.

Ia juga menyampaikan Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki kemampuan manufaktur pesawat, serta mencatatkan skor audit keselamatan dan keamanan penerbangan di atas rata-rata global.

Capaian tersebut mencerminkan penguatan tata kelola sektor aviasi nasional. Dari sisi lingkungan, Indonesia juga terus membangun ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) guna mendukung target pengurangan emisi penerbangan sipil internasional yang dicanangkan ICAO, sekaligus memperkuat keberlanjutan industri aviasi dalam jangka panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

INACA Kejar Pajak Nol Persen Impor Suku Cadang Pesawat

INACA Kejar Pajak Nol Persen Impor Suku Cadang Pesawat

EKONOMI
Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen pada 1 Juni 2026

Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen pada 1 Juni 2026

EKONOMI
Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

EKONOMI
Maskapai Berbiaya Rendah AS Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga Minyak

Maskapai Berbiaya Rendah AS Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga Minyak

EKONOMI
Maskapai Berbiaya Rendah Ini Rugi Rp 11 Triliun Imbas Perang Iran

Maskapai Berbiaya Rendah Ini Rugi Rp 11 Triliun Imbas Perang Iran

EKONOMI
Cathay Pacific Pangkas Jumlah Penerbangan Imbas Lonjakan Harga Avtur

Cathay Pacific Pangkas Jumlah Penerbangan Imbas Lonjakan Harga Avtur

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon