Korban WNI Tewas dalam Kebakaran Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang
Minggu, 30 November 2025 | 17:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengonfirmasi bertambahnya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court, kawasan Tai Po, Hong Kong. Hingga Minggu, total korban tewas asal Indonesia tercatat sembilan orang.
“Jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang,” demikian pernyataan tertulis Kemenlu RI yang diterima di Jakarta, Minggu (30/11/2025), dikutip dari Antara.
Kemenlu menjelaskan data tersebut merujuk pada rilis resmi kepolisian Hong Kong (HKPF) yang dikeluarkan pada Minggu pukul 12.20 waktu setempat atau 11.20 WIB. Selain korban meninggal, jumlah WNI yang selamat namun mengalami luka kini tercatat tiga orang.
Kebakaran hebat yang terjadi di kompleks perumahan Wang Fuk Court pada Rabu (26/11/2025) itu sendiri telah merenggut lebih dari 128 korban jiwa, melukai sedikitnya 79 orang, serta menyebabkan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Aparat Hong Kong juga telah menahan 11 orang yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.
Berdasarkan data KJRI Hong Kong, terdapat sekitar 140 WNI yang bekerja di kawasan Wang Fuk Court. Seluruhnya diketahui merupakan pekerja migran sektor domestik, dan hampir separuh dari jumlah tersebut telah berhasil dikonfirmasi kondisi keselamatannya.
Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang memastikan bahwa KJRI Hong Kong telah membentuk tim khusus untuk melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban di Tanah Air.
Ia menjelaskan bahwa tim tersebut bertugas memberikan pendampingan, memfasilitasi kebutuhan informasi, serta menjawab berbagai pertanyaan keluarga WNI yang menjadi korban kebakaran di Hong Kong.
Terkait proses identifikasi jenazah, Yvonne menyampaikan bahwa beberapa korban WNI telah berhasil dikenali. Namun, sebagian lainnya masih memerlukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga guna mempercepat proses identifikasi.
Seiring proses identifikasi dan koordinasi dengan otoritas setempat yang masih berlangsung, Kemenlu menyatakan jadwal pemulangan jenazah para korban ke Indonesia belum dapat dipastikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




