ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sita Kapal Tanker, AS Perketat Kendali Minyak Venezuela

Kamis, 8 Januari 2026 | 11:15 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Gambar ini, yang diambil dari video yang disediakan oleh Departemen Pertahanan AS, menunjukkan pasukan AS menaiki kapal tanker M/T Sophia di Laut Karibia pada Rabu 7 Januari 2026 pagi.
Gambar ini, yang diambil dari video yang disediakan oleh Departemen Pertahanan AS, menunjukkan pasukan AS menaiki kapal tanker M/T Sophia di Laut Karibia pada Rabu 7 Januari 2026 pagi. (Beritasatu.com/Departemen Pertahanan via AP)

Washington, Beritasatu.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah tegas untuk memperkuat kendali atas sektor minyak Venezuela. Washington menyita dua kapal tanker yang masuk daftar sanksi sekaligus mengumumkan rencana pelonggaran terbatas sanksi agar AS dapat mengawasi penjualan minyak Venezuela ke pasar global.

Kebijakan tersebut diumumkan Rabu (7/1/2026 waktu setempat, sebagai bagian dari strategi AS mengontrol distribusi minyak Venezuela setelah menggulingkan Presiden Nicolás Maduro melalui operasi mendadak. 

Departemen Energi AS menegaskan, seluruh aktivitas ekspor dan impor minyak Venezuela hanya boleh dilakukan melalui jalur yang disetujui Amerika Serikat dan sejalan dengan kepentingan keamanan nasionalnya.

ADVERTISEMENT

Langkah ini memberi AS pengaruh besar atas cadangan minyak mentah Venezuela, yang merupakan salah satu terbesar di dunia. Dengan kontrol tersebut, Washington berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak global.

Kebijakan ini juga menegaskan ambisi pemerintahan Trump untuk menentukan arah masa depan Venezuela melalui penguasaan sumber daya energinya.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut pengendalian sektor energi sebagai alat tekanan efektif. Ia menegaskan Amerika Serikat dapat mengatur keuangan Venezuela dengan menentukan ke mana minyak negara itu boleh dijual.

Menurutnya, tekanan ekonomi tersebut dapat dilakukan tanpa mengorbankan nyawa warga Amerika.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan, minyak yang disita dari kapal-kapal tanker akan dijual sebagai bagian dari kesepakatan baru antara Washington dan otoritas sementara Venezuela. Dalam kesepakatan itu, Venezuela disebut akan memasok hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.

Rubio menjelaskan, otoritas sementara Venezuela memahami bahwa satu-satunya cara untuk tetap menjual minyak dan mencegah kehancuran ekonomi adalah dengan bekerja sama dengan AS.

Ia menambahkan, pengawasan penuh Washington menjadi kunci kelangsungan sektor energi Venezuela ke depan.

Komando Eropa AS mengonfirmasi penyitaan kapal tanker Bella 1 di Atlantik Utara karena pelanggaran sanksi. Kapal tersebut diketahui berupaya menghindari blokade minyak Venezuela. Selain itu, pasukan AS juga mengambil alih kapal M Sophia di Laut Karibia. Kedua kapal itu diketahui terakhir berlabuh atau sedang menuju Venezuela.

Penyitaan tersebut menambah daftar kapal tanker yang sebelumnya telah diamankan AS, termasuk Skipper dan Centuries. Upaya penegakan hukum ini disertai penyelidikan pidana terhadap awak kapal yang dianggap mengabaikan perintah Penjaga Pantai AS.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia memprotes tindakan AS setelah diketahui ada warga negara Rusia di antara awak kapal yang disita. Moskwa menuntut perlakuan manusiawi dan mengecam langkah Washington sebagai tindakan pembajakan terbuka.

Selain penyitaan kapal, pemerintahan Trump juga mulai melonggarkan sanksi secara selektif. Pelonggaran ini dimaksudkan untuk memungkinkan pengiriman dan penjualan minyak Venezuela, tetapi tetap berada di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan AS-Iran Sentuh Isu Nuklir dan Lebanon, Akankah Berhasil?

Kesepakatan AS-Iran Sentuh Isu Nuklir dan Lebanon, Akankah Berhasil?

MULTIMEDIA
Bekuk Australia 2-0, AS Segel Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Bekuk Australia 2-0, AS Segel Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

SPORT
Kesepakatan Damai Iran-AS: Akivitas Selat Hormuz Meningkat Bertahap

Kesepakatan Damai Iran-AS: Akivitas Selat Hormuz Meningkat Bertahap

INTERNASIONAL
AS Singgung Peluang Fasilitas Nuklir Iran Diperiksa IAEA

AS Singgung Peluang Fasilitas Nuklir Iran Diperiksa IAEA

INTERNASIONAL
Taiwan Desak AS Cepat Restui Penjualan Senjata Bernilai Rp 228 Triliun

Taiwan Desak AS Cepat Restui Penjualan Senjata Bernilai Rp 228 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon