ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kesepakatan Damai Iran-AS: Akivitas Selat Hormuz Meningkat Bertahap

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:42 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan proses normalisasi aktivitas pelayaran di jalur strategis energi dunia itu akan dilakukan secara bertahap.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan proses normalisasi aktivitas pelayaran di jalur strategis energi dunia itu akan dilakukan secara bertahap. (AP Photo/Vahid Salemi-Jae C Hong)

Teheran, Beritasatu.com – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Kamis (18/6/2026) malam mengumumkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz akan kembali meningkat secara bertahap menyusul tercapainya memorandum of understanding (MoU) atau kesepakatan damai sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting News (IRIB), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan proses normalisasi aktivitas pelayaran di jalur strategis energi dunia itu akan dilakukan secara bertahap dan tidak akan ada tarif untuk kapal-kapal yang akan melintas. 

"Tidak ada biaya yang akan dikenakan kepada pemohon selama 60 hari, dan biaya ini akan ditanggung oleh Iran," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengutip laporan Yeni Safak, Jumat (19/6/2026). 

ADVERTISEMENT

Otoritas Iran menyebutkan detail teknis serta mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh Manajemen Jalur Air Teluk Persia.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan yang bernama "Memorandum Kesepahaman Islamabad". Dokumen perjanjian damai sementara Washington-Teheran ini telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (18/6/2026) malam. 

Berdasarkan nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang yang dimulai setelah operasi militer gabungan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) tersebut, AS dan Iran akan menjalani masa negosiasi selama 60 hari. Periode ini bisa saja diperpanjang apabila dibutuhkan demi mencapai kesepakatan final mengenai isu nuklir dan hubungan bilateral antarkedua negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon