ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI Gabung Board of Peace AS, TB Hasanuddin: Berpotensi Bermasalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:15 WIB
IO
DM
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: DM
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengkritik keputusan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat. Menurutnya, keberadaan forum tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengkritik keputusan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat. Menurutnya, keberadaan forum tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam upaya mewujudkan perdamaian di Gaza. (Beritasatu.com/Ilham Oktafian)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengkritik keputusan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat. Menurutnya, keberadaan forum tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai struktur BoP bersifat tidak seimbang karena menempatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai ketua (chairman). Posisi dominan tersebut dikhawatirkan membuat Dewan Perdamaian lebih mencerminkan agenda sepihak, bukan forum kolektif internasional.

“Dalam Piagam atau Charter Board of Peace ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjabat sebagai chairman. Posisi ini sangat dominan,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, dominasi Amerika Serikat berpotensi menjadikan BoP sebagai instrumen legitimasi proyek perdamaian versi Presiden Trump di Gaza, alih-alih menjadi wadah bersama yang mengedepankan keadilan dan keseimbangan.

Selain itu, TB Hasanuddin juga menyoroti minimnya representasi dalam struktur Dewan Perdamaian. Menurutnya, BoP tidak melibatkan perwakilan Palestina, sedangkan Israel justru memiliki keterwakilan dalam forum tersebut.

“Absennya representasi Palestina mencerminkan ketimpangan serius dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Dalam kondisi seperti ini, hasil yang diharapkan sulit mencerminkan keadilan substantif,” kata dia.

Atas dasar itu, TB Hasanuddin meminta pemerintah Indonesia meninjau ulang keputusan bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat tersebut. “Pemerintah harus senantiasa tegak lurus terhadap amanat konstitusi UUD 1945, khususnya dalam menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif,” tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Konflik Timur Tengah Memanas, Kapolri: RI Perjuangkan Perdamaian

Konflik Timur Tengah Memanas, Kapolri: RI Perjuangkan Perdamaian

NASIONAL
Ormas Islam Dukung Prabowo Gabung BoP untuk Dorong Palestina Merdeka

Ormas Islam Dukung Prabowo Gabung BoP untuk Dorong Palestina Merdeka

NASIONAL
Prabowo Tegaskan RI Cabut dari BoP jika Palestina Tidak Merdeka

Prabowo Tegaskan RI Cabut dari BoP jika Palestina Tidak Merdeka

NASIONAL
Menguatnya Desakan Indonesia Keluar dari Board of Peace

Menguatnya Desakan Indonesia Keluar dari Board of Peace

NASIONAL
Isu Politik-Hukum: Prabowo Bisa Tarik Keanggotaan Indonesia di BoP

Isu Politik-Hukum: Prabowo Bisa Tarik Keanggotaan Indonesia di BoP

NASIONAL
HNW Dukung Prabowo Keluar dari Dewan Perdamaian

HNW Dukung Prabowo Keluar dari Dewan Perdamaian

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon