ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Salju Ekstrem Hantam Jepang, 35 Orang Tewas dalam 2 Pekan

Rabu, 4 Februari 2026 | 13:21 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Badai salju ekstrem di utara Jepang tewaskan 35 orang dan melukai ratusan warga. Prefektur Niigata catat korban jiwa tertinggi.
Badai salju ekstrem di utara Jepang tewaskan 35 orang dan melukai ratusan warga. Prefektur Niigata catat korban jiwa tertinggi. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Gelombang salju lebat yang mengguyur wilayah utara Jepang dalam dua pekan terakhir telah memicu situasi darurat nasional. Hingga hari Rabu ini, pejabat pemerintah melaporkan sedikitnya 35 orang tewas akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan cuaca ekstrem tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat betapa mematikannya musim dingin tahun ini bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Sebagian besar kematian dilaporkan terjadi akibat kecelakaan saat warga berusaha membersihkan tumpukan salju yang menutupi rumah mereka. Banyak korban yang mengalami serangan jantung mendadak karena kelelahan fisik yang ekstrem, sementara yang lainnya meninggal dunia setelah terpeleset dari atap bangunan atau tertimbun salju yang longsor dari ketinggian.

Hingga saat ini, sebanyak 15 prefektur telah merasakan dampak langsung dari badai ini. Di beberapa wilayah yang terkena dampak paling parah, ketinggian tumpukan salju dilaporkan telah mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 2 meter. 

ADVERTISEMENT

“Kondisi ini membuat akses jalan terputus dan aktivitas warga lumpuh total di banyak titik,” tulis AP, Rabu (4/2/2026).

Prefektur Niigata, yang dikenal sebagai daerah penghasil beras utama di Jepang utara, mencatat angka kematian tertinggi dengan 12 orang korban jiwa. Salah satu kejadian tragis melibatkan seorang pria berusia 50-an tahun yang ditemukan tidak bernyawa di atas atap rumahnya di kota Uonuma. Sementara di kota Nagaoka, seorang pria lansia ditemukan tergeletak di depan rumahnya dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah diduga terjatuh saat menyapu salju dari atap.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, memberikan peringatan keras kepada publik. "Harap perhatikan keselamatan Anda dengan sangat teliti, gunakanlah helm atau tali pengaman, terutama saat Anda sedang bekerja membersihkan salju," ujar Kihara dalam jumpa pers di hadapan awak media.

Pemerintah juga menyoroti bahaya baru yang muncul saat suhu mulai sedikit menghangat. Meskipun matahari mulai muncul, salju yang mencair justru meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor dan permukaan jalan yang menjadi sangat licin. Pemerintah mengimbau warga untuk tidak lengah meskipun badai salju tampak mulai mereda di beberapa lokasi.

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 393 orang mengalami luka-luka di seluruh Jepang, dengan 126 di antaranya menderita luka serius. Kerusakan fisik juga mulai terlihat, di mana 14 rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat beban salju yang terlalu berat atau tertimpa material longsor. Satuan tugas khusus telah dikerahkan di prefektur Akita, Yamagata, dan Niigata untuk mempercepat evakuasi dan pembersihan jalur logistik.

Meskipun penyebab pasti dari intensitas salju yang sangat lebat ini masih diteliti, otoritas Jepang mencatat bahwa kecelakaan musim dingin bukanlah hal baru. Tahun lalu saja, sebanyak 68 nyawa melayang selama musim dingin. Dengan ramalan cuaca yang memprediksi salju lebat akan kembali mengguyur pada akhir pekan mendatang, warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon