ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo: RI Bisa Keluar dari BoP, Iuran US$ 1 M Dana Rekonstruksi Gaza

Kamis, 5 Februari 2026 | 06:48 WIB
AF
SM
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: SMR
Presiden Prabowo Subianto foto bersama mantan menteri luar negeri dan wamenlu seusai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Presiden Prabowo Subianto foto bersama mantan menteri luar negeri dan wamenlu seusai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Instagram/@sekretariat.kabinet)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan iuran keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace senilai US$ 1 miliar tidak bersifat wajib karena Indonesia bukan anggota permanen dalam dewan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan bersama para menteri luar negeri (menlu) dan wamenlu RI terdahulu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/1/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan di depan para mantan menlu dan wamenlu mengenai keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace bersifat tidak bersifat tetap. 

ADVERTISEMENT

“Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan. Mengenai biaya US$ 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib," kata Teddy dalam keterangannya dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Teddy menjelaskan, saat ini pun Indonesia belum membayar biaya keanggotaan Board of Peace tersebut. Ia berujar, para negara anggota diperbolehkan membayar atau tidak membayar.

"Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun," ujarnya.

Menurut Teddy, keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan beberapa penjelasan, sekaligus mendengarkan masukan serta menjawab beberapa pertanyaan dari para tokoh yang hadir.

Ada pun sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan itu antara lain: Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Wamenlu Arrmanatha Nasir, mantan Menlu Marty Natalegawa, eks Menlu Retno Marsudi, eks Menlu Alwi Shihab, eks Wamenlu Dino Patti Djalal, para akademisi, praktisi hingga legislatif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gibran: Pembangunan Papua Jadi Prioritas Presiden Prabowo

Gibran: Pembangunan Papua Jadi Prioritas Presiden Prabowo

NASIONAL
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini

Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini

NASIONAL
Mardiono Minta Kader PPP Solid Dukung dan Kawal Program Prabowo

Mardiono Minta Kader PPP Solid Dukung dan Kawal Program Prabowo

NASIONAL
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

NASIONAL
Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

JAWA TIMUR
Prabowo Minta Pelatnas Berkelanjutan, Akademi Olahraga Disiapkan

Prabowo Minta Pelatnas Berkelanjutan, Akademi Olahraga Disiapkan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon