ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Israel Jaga Ketat Masjid Al-Aqsa, Izin Ibadah Ramadan Dibatasi

Selasa, 17 Februari 2026 | 11:09 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang muslimah salat di dekat Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Bulan Ramadan.
Seorang muslimah salat di dekat Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Bulan Ramadan. (AP/AP)

Yerusalem, Beritasatu.com –  Kepolisian Israel mengumumkan pengerahan pasukan besar-besaran di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang bulan suci Ramadan 2026 yang dimulai pekan ini. Langkah ini dilakukan di tengah tudingan pejabat Palestina mengenai adanya pembatasan akses ibadah di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Kompleks Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur secara tradisional menjadi pusat ibadah bagi ratusan ribu warga Palestina selama bulan puasa. Arad Braverman, perwira senior Kepolisian Yerusalem, menegaskan bahwa personel keamanan akan bersiaga siang dan malam di seluruh area kompleks dan sekitarnya.

Pihak kepolisian memprediksi kerumunan terbesar akan terjadi pada saat salat Jumat. Braverman menyatakan ribuan polisi disiagakan khusus untuk mengantisipasi kepadatan tersebut. Terkait akses bagi warga Palestina dari Tepi Barat, kepolisian merekomendasikan penerbitan 10.000 izin masuk khusus ke Yerusalem.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, perincian batasan usia belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. "Jumlah akhir orang akan diputuskan oleh pemerintah," ujar Braverman singkat mengenai kebijakan kuota jemaah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina melaporkan bahwa izin masuk kemungkinan besar tetap dibatasi untuk pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, serupa dengan kriteria tahun lalu.

Selain masalah izin, pihak otoritas Israel dituduh menghalangi Waqf Islam, badan pengelola situs yang berafiliasi dengan Yordania dalam melakukan persiapan teknis. Hambatan tersebut meliputi larangan pemasangan peneduh (tenda) serta pendirian klinik medis sementara di area kompleks.

"Sebanyak 33 karyawan kami telah dilarang memasuki kompleks pada minggu sebelum Ramadan," ungkap seorang sumber dari Waqf yang mengonfirmasi adanya pembatasan aktivitas operasional tersebut.

Kompleks Al-Aqsa merupakan simbol krusial identitas Palestina sekaligus titik konflik yang sensitif. Berdasarkan kesepakatan status quo, umat Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks tersebut tetapi dilarang keras untuk berdoa di sana.

Meskipun Braverman menegaskan bahwa tidak ada rencana perubahan aturan, kekhawatiran Palestina terus meningkat. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah tokoh ultranasionalis Yahudi dalam beberapa tahun terakhir yang secara terbuka menantang larangan doa di lokasi tersebut, termasuk saat momen politik pada 2024 dan 2025 lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kompak! Indonesia dan 6 Negara Ini Kutuk Penutupan Al-Aqsa oleh Israel

Kompak! Indonesia dan 6 Negara Ini Kutuk Penutupan Al-Aqsa oleh Israel

INTERNASIONAL
Turki Kecam Tindakan Israel Halangi Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa

Turki Kecam Tindakan Israel Halangi Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa

INTERNASIONAL
Jemaah Salat Id di Masjid Al Aqsa Dihujani Gas Air Mata oleh Israel

Jemaah Salat Id di Masjid Al Aqsa Dihujani Gas Air Mata oleh Israel

INTERNASIONAL
Israel Tahan 100 Warga Palestina Saat Ramadan, Ada Anak dan Perempuan

Israel Tahan 100 Warga Palestina Saat Ramadan, Ada Anak dan Perempuan

INTERNASIONAL
50.000 Warga Palestina Tembus Barikade Israel untuk Tarawih di Al-Aqsa

50.000 Warga Palestina Tembus Barikade Israel untuk Tarawih di Al-Aqsa

INTERNASIONAL
Provokasi! Menteri Israel ke Al-Aqsa Saat Salat Jumat Pertama Ramadan

Provokasi! Menteri Israel ke Al-Aqsa Saat Salat Jumat Pertama Ramadan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT