Prabowo Ajak Pebisnis AS Investasi di RI
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak para pebisnis Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Ia menegaskan Indonesia merupakan negara yang terbuka, kompetitif, dan memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam maupun industrialisasi.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat. Di hadapan pelaku usaha global, Prabowo mempresentasikan kekuatan ekonomi Indonesia serta peluang investasi strategis di berbagai sektor.
"Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik," kata Prabowo.
Prabowo menekankan, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis, seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang menjadi bahan baku utama bagi industri teknologi masa depan, termasuk kendaraan listrik dan energi terbarukan.
"Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia," imbuhnya.
Potensi sumber daya alam tersebut dinilai menjadi daya tarik utama investasi asing, khususnya bagi perusahaan global yang bergerak di sektor manufaktur, energi, dan teknologi tinggi.
Dari sisi industrialisasi, Prabowo menjelaskan pemerintah tengah mempercepat program hilirisasi sumber daya alam. Salah satu motor penggeraknya adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Ia menyebutkan, Danantara akan menginisiasi 18 proyek hilirisasi pada tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan nilai investasi mencapai Rp 50,4 triliun atau sekitar US$ 3 miliar.
"Kami terus bergerak di hilirisasi industri. Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut," jelas dia.
Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kepastian regulasi, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, kepastian hukum dan stabilitas menjadi faktor utama bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
"Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan," pungkas dia.
Pernyataan Prabowo di Washington DC menegaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang berfokus pada percepatan hilirisasi, pemanfaatan mineral kritis, serta penguatan kerja sama investasi Indonesia–Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




