ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Peringatkan AS: Balasan Militer Akan Tegas dan Proporsional

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:29 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Gambar yang disediakan oleh Sepahnews ini menunjukkan latihan Garda Revolusi Iran di Teluk Persia pada Senin, 16 Februari 2026.
Gambar yang disediakan oleh Sepahnews ini menunjukkan latihan Garda Revolusi Iran di Teluk Persia pada Senin, 16 Februari 2026. (AP/Sepahnews)

Hamilton, Beritasatu.com - Perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Teheran akan membalas secara “tegas dan proporsional” setiap agresi militer yang ditujukan kepadanya. Iran juga menegaskan, Amerika Serikat akan memikul “tanggung jawab penuh dan langsung” atas segala konsekuensi yang timbul.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB, sebagaimana dikutip dari keterangan yang diterima Anadolu, Kamis (19/2/2026).

"Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun," demikian isi surat tersebut.

ADVERTISEMENT

"Namun, jika Iran menjadi sasaran agresi militer, kami akan menanggapi secara tegas dan proporsional dalam menjalankan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambahnya.

Dalam surat itu, Iran memperingatkan, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan akan menjadi target sah dalam konteks respons defensif.

Perwakilan Iran menyatakan, "Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali."

Iran juga menyoroti unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari 2026 yang dinilai sebagai “ancaman publik eksplisit penggunaan kekuatan” terhadap Iran. Unggahan tersebut merujuk pada kemungkinan penggunaan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris.

Melalui surat tersebut, Iran mendesak Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB untuk segera mengambil langkah.

Iran menilai ancaman tersebut sebagai indikasi “risiko nyata agresi militer” yang berpotensi membawa dampak besar bagi stabilitas kawasan dan menjadi ancaman serius terhadap perdamaian serta keamanan internasional.

Meski mengeluarkan peringatan keras, misi Iran di PBB kembali menegaskan komitmennya terhadap jalur diplomasi. Iran menyatakan dukungan penuh terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB serta solusi diplomatik.

Iran juga menegaskan telah terlibat secara konstruktif, serius, dan beriktikad baik dalam perundingan nuklir dengan Pemerintah Amerika Serikat.

Ketegangan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

INTERNASIONAL
Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

INTERNASIONAL
Trump Ancam Kirim Iran Kembali ke Zaman Batu

Trump Ancam Kirim Iran Kembali ke Zaman Batu

INTERNASIONAL
Trump Isyaratkan Luncurkan Serangan Baru ke Infrastruktur Listrik Iran

Trump Isyaratkan Luncurkan Serangan Baru ke Infrastruktur Listrik Iran

INTERNASIONAL
18.000 Tentara Pasukan Elite AS Siap Dikerahkan, Iran Jadi Target?

18.000 Tentara Pasukan Elite AS Siap Dikerahkan, Iran Jadi Target?

INTERNASIONAL
Ngambek, Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO Seusai Konflik Iran

Ngambek, Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO Seusai Konflik Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT