Militer Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Selasa, 3 Maret 2026 | 11:06 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Iran membantah tuduhan keterlibatannya dalam serangan drone terhadap fasilitas kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan sumber militer Iran kepada kantor berita Tasnim di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Pernyataan itu muncul setelah laporan media menyebutkan adanya serangan drone yang menargetkan fasilitas pengilangan minyak Ras Tanura milik perusahaan Saudi Arabia, Aramco, pada Senin (2/3/2026). Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di area pemrosesan.
Ras Tanura terletak di pesisir timur Arab Saudi di sepanjang Teluk Persia dan menjadi salah satu pusat utama pengilangan serta ekspor minyak kerajaan tersebut. Pemerintah Arab Saudi dilaporkan menghentikan operasional pemrosesan di instalasi raksasa itu setelah kerusakan serius terjadi.
Serangan pada kilang minyak di kawasan Teluk ini menjadi yang pertama sejak eskalasi konflik terbaru meletus pada akhir pekan lalu. Iran secara terbuka membantah keterlibatan dalam insiden serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi.
Sumber tersebut menegaskan bahwa fasilitas minyak negara-negara kawasan bukan termasuk target serangan Iran. Ia menyebut pasukan militer Iran tidak memasukkan fasilitas kilang minyak tersebut dalam daftar targetnya.
“Fasilitas minyak di negara-negara kawasan tidak pernah dan tidak termasuk dalam daftar target serangan Iran,” ujar sumber militer tersebut.
Namun, ia menambahkan bahwa seluruh kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan tetap menjadi sasaran yang sah.
“Semua kepentingan Amerika dan Israel di bagian mana pun di kawasan ini adalah target sah Iran dan semuanya akan berada di bawah serangan,” tegasnya.
Citra satelit yang diperoleh perusahaan pemantau menunjukkan upaya pemadaman kebakaran masih berlangsung di dua unit pemrosesan besar. Video dari lokasi kejadian memperlihatkan proses evakuasi pekerja serta kobaran api besar dari peralatan pengilangan.
Selain kilang dan tangki penyimpanan raksasa, Ras Tanura juga menjadi lokasi terminal pemuatan lepas pantai terbesar di dunia. Fasilitas ini memiliki dua dermaga utama dan tiga platform lepas pantai yang mampu melayani kapal tanker raksasa jenis VLCC.
Namun, aktivitas ekspor diperkirakan tetap terbatas karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz untuk sementara dihentikan. Saat ini, kapal tanker kosong tidak memasuki Teluk Arab untuk memuat minyak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




