Qatar Mulai Buka Sebagian Wilayah Udara setelah Serangan Rudal Iran
Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:50 WIB
Doha, Beritasatu.com – Qatar secara bertahap mulai membuka kembali sebagian wilayah udaranya setelah sebelumnya terpaksa harus ditutup akibat serangan rudal dan drone Iran. Serangan tersebut memaksa negara itu menghentikan seluruh penerbangan di tengah kampanye militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang masih berlangsung.
Pada Jumat (6/3/2026) malam waktu setempat, Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengumumkan pembukaan terbatas wilayah udara tersebut. Penerbangan akan dioperasikan melalui rute kontingensi navigasi yang ditentukan dengan kapasitas operasional terbatas dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Qatar, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026).
Pembukaan wilayah udara secara terbatas ini menjadi langkah awal yang hati-hati bagi Qatar untuk memulihkan jalur penerbangan menuju salah satu pusat penerbangan terpenting di kawasan Teluk tersebut. Meski, kondisi penerbangan masih jauh dari normal.
Penumpang yang telah memiliki tiket pemesanan penerbangan dikonfirmasi diminta untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Hingga berita ini diturunkan, penerbangan komersial terjadwal menuju dan dari Doha masih ditangguhkan sampai adanya pengumuman resmi lebih lanjut dari otoritas terkait.
“Pembukaan kembali sebagian hanya mencakup kategori penerbangan terbatas yang ditujukan untuk evakuasi penumpang dan layanan kargo udara,” bunyi pengumuman dari Otoritas Penerbangan Sipil Qatar.
Sementara itu, pada Sabtu (7/3/2026) pagi waktu setempat Qatar Airways menyatakan pihaknya bermaksud untuk mengoperasikan penerbangan repatriasi pada hari ini berangkat dari Bandara Internasional Hamad ke sejumlah bandara yaitu Bandara Heathrow (London), Bandara Charles de Gaulle (Paris), Bandara Adolfo Suárez Madrid–Barajas (Madrid), Bandara Leonardo da Vinci–Fiumicino (Roma), dan Bandara Frankfurt (Frankfurt).
Maskapai tersebut menambahkan, prioritas akan diberikan kepada penumpang yang terlantar bersama keluarga, penumpang lanjut usia, dan orang-orang yang memiliki kebutuhan perjalanan medis dan kemanusiaan yang mendesak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




