ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Skenario Akhir Perang Iran vs AS-Israel di Tengah Eskalasi Konflik

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:04 WIB
MN
IC
Penulis: Muhamad Refan Nibrasy | Editor: CAH
Warga dan petugas dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan rudal Iran di Zarzir, Israel utara, Jumat, 13 Maret 2026.
Warga dan petugas dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan rudal Iran di Zarzir, Israel utara, Jumat, 13 Maret 2026. (AP Photo/Ariel Schalit)

Jakarta, Beritasatu.com - Tensi di Timur Tengah belum menunjukkan tanda akhir saat konflik terbuka yang terjadi antara tiga negara, yakni Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel telah berlangsung selama hampir dua minggu. 

Berbagai eskalasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat sebagai perkembangan terbaru dalam konflik ini justru memperlihatkan perang masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Guru besar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Siti Mutiah Setiawati menilai dinamika politik dan militer yang terjadi saat ini belum mengarah pada upaya penyelesaian konflik.

ADVERTISEMENT

“Perang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir terutama setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan kemudian diganti putranya Mojtaba Khamenei,” ujar Prof Siti Mutiah Setiawati kepada Beritasatu.com, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, kepemimpinan baru Iran belum menunjukkan indikasi untuk membuka jalur perundingan dengan pihak lawan. Kondisi tersebut membuat peluang gencatan senjata dalam waktu dekat masih kecil.

31 rumah sakit di Iran hancur akibat serangan Israel - (BBC/Reuters)
31 rumah sakit di Iran hancur akibat serangan Israel - (BBC/Reuters)

Pada awal konflik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menyatakan Iran tidak akan menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk dari Oman hingga Kuwait. Namun, sikap tersebut berubah setelah Amerika Serikat meluncurkan roket sistem M142 High Mobility Artillery Rocket System (Himars) dari Bahrain.

Setelah peristiwa itu, Pezeshkian mencabut pernyataannya dan menyatakan Iran akan melawan Amerika Serikat dan Israel dengan seluruh kekuatan yang dimiliki.

Di sisi lain, dukungan militer terhadap Amerika Serikat juga terlihat dari langkah Inggris yang menyediakan pangkalan militernya jika Washington melakukan serangan terhadap Iran.

“Minggu ini bom B-52 Amerika Serikat telah tiba di Inggris dan siap digunakan untuk menghancurkan bunker-bunker Iran,” ujarnya.

Melihat perkembangan tersebut, Prof Siti menilai konflik saat ini masih berada pada fase eskalasi sehingga kecil kemungkinan perang akan segera mereda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan Damai Iran-AS: Akivitas Selat Hormuz Meningkat Bertahap

Kesepakatan Damai Iran-AS: Akivitas Selat Hormuz Meningkat Bertahap

INTERNASIONAL
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Iran Tak Pungut Biaya Lewati Selat Hormuz dalam 60 Hari

Iran Tak Pungut Biaya Lewati Selat Hormuz dalam 60 Hari

INTERNASIONAL
5 Poin Esensial dalam Memorandum Damai AS-Iran

5 Poin Esensial dalam Memorandum Damai AS-Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon