ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IRGC Bersumpah Bikin Netanyahu Pindah Alam, Rudal Hujani Tel Aviv

Minggu, 15 Maret 2026 | 17:34 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Ilustrasi anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (AP Photo/Sepahnews)

Teheran, Beritasatu.com – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu (15/3/2026). Di saat yang sama, serangan udara dan kontak senjata di perbatasan Lebanon terus menelan korban jiwa.

Melalui situs resmi mereka, Sepah News, Garda Revolusi Iran menyatakan komitmennya untuk terus memburu pemimpin Israel tersebut sebagai balasan atas keterlibatan dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” tegas pernyataan resmi Garda Revolusi Iran.

ADVERTISEMENT

Serangan Rudal ke Tel Aviv

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi bahwa Iran kembali meluncurkan serangkaian rudal ke arah wilayah mereka pada Minggu pagi. Suara sirene peringatan udara terdengar di seluruh penjuru Tel Aviv, diikuti dengan suara ledakan keras yang memicu kepanikan warga.

Kondisi ini memperparah ketegangan setelah berbulan-bulan perang terbuka yang melibatkan kekuatan regional dan dukungan Amerika Serikat.

Sementara itu, kelompok Hizbullah di Lebanon melaporkan terjadinya bentrokan langsung dengan pasukan darat Israel di kota Khiam. Pertempuran yang pecah pada Sabtu (14/3/2026) malam tersebut melibatkan penggunaan senjata ringan, menengah, hingga proyektil berpeluncur roket.

Di tengah kecamuk perang, Pemerintah Lebanon dikabarkan tengah berupaya membentuk delegasi negosiasi guna menghentikan konflik dengan Israel.

"Negosiasi sedang berlangsung dan persiapan sedang dilakukan untuk membentuk delegasi, tetapi... baik waktu maupun lokasinya belum ditentukan, dengan Paris dan Siprus dipertimbangkan," ujar seorang pejabat pemerintah Lebanon yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Korban Jiwa Berjatuhan

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan kekhawatiran mendalam atas tindakan Israel. Menurutnya, serangan berkelanjutan di Lebanon berpotensi mengarah pada genosida baru dengan dalih memerangi Hizbullah.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, dampak serangan Israel telah mengakibatkan korban tewas 826 orang (termasuk 65 wanita dan 106 anak-anak), korban luka 2.009 orang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Israel belum memberikan komitmen resmi terkait inisiatif negosiasi yang diajukan oleh Lebanon, sementara operasi militer di perbatasan terus diintensifkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Tuntut Kuwait Bebaskan 4 Warganya yang Ditahan

Iran Tuntut Kuwait Bebaskan 4 Warganya yang Ditahan

INTERNASIONAL
Iran Tangkap 4 Mata-mata Israel setelah Ungkap Fasilitas Militer

Iran Tangkap 4 Mata-mata Israel setelah Ungkap Fasilitas Militer

INTERNASIONAL
IRGC: Tidak Ada Pelabuhan Aman di Teluk jika AS Blokade Hormuz!

IRGC: Tidak Ada Pelabuhan Aman di Teluk jika AS Blokade Hormuz!

INTERNASIONAL
Bos Intel IRGC Majid Khademi Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran

Bos Intel IRGC Majid Khademi Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran

INTERNASIONAL
Iran Ancam Serang Raksasa Teknologi AS, Apple hingga Tesla Jadi Target

Iran Ancam Serang Raksasa Teknologi AS, Apple hingga Tesla Jadi Target

EKONOMI
Iran Ancam Hujani Rudal Kampus-kampus AS di Timur Tengah

Iran Ancam Hujani Rudal Kampus-kampus AS di Timur Tengah

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon