ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bos Intel IRGC Majid Khademi Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran

Senin, 6 April 2026 | 19:40 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Kepala intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin, 6 April 2026 dini hari.
Kepala intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin, 6 April 2026 dini hari. (Istimewa)

Teheran, Beritasatu.com - Kepala intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin (6/4/2026) dini hari.

Mengutip Outlookindia.com, IRGC dalam pernyataan resminya yang disiarkan media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi teror kriminal oleh musuh Amerika-Zionis. Namun, lokasi pasti serangan tidak diungkapkan.

Sementara itu, pihak Israel mengeklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut, termasuk menargetkan dan menewaskan Khademi bersama seorang perwira senior IRGC lainnya.

ADVERTISEMENT

Majid Khademi diketahui menjabat sebagai kepala Organisasi Intelijen IRGC sejak Juni 2025, menggantikan Mohammad Kazemi yang sebelumnya juga tewas dalam serangan Israel saat konflik yang dikenal sebagai perang 12 hari (twelve day war).

Sebelum menjabat posisi tersebut, Khademi memimpin Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC yang bertugas dalam pengawasan internal dan kontra-intelijen. Unit intelijen IRGC merupakan salah satu lembaga paling berpengaruh di Iran dan berada langsung di bawah kendali Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.

Kematian Khademi menjadi salah satu eliminasi pejabat tinggi Iran terbaru di tengah meningkatnya operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target Iran. 

Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, termasuk tekanan dari Amerika Serikat terkait negosiasi nuklir Iran serta dinamika konflik yang semakin meluas. Situasi ini diperkirakan akan semakin memperkeruh hubungan Iran dengan Barat dan berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon