ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Iran Memanas, Ekonomi Global Terancam Kolaps

Senin, 23 Maret 2026 | 14:34 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Direktur Eksekutif Badan Energi internasional Fatih Birol berbicara di National Press Club di Canberra, Australia, Senin (23/3/2026).
Direktur Eksekutif Badan Energi internasional Fatih Birol berbicara di National Press Club di Canberra, Australia, Senin (23/3/2026). (Lukas Coch/AP)

Wellington, Beritasatu.com – Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol memperingatkan bahwa perang Iran menjadi ancaman besar bagi ekonomi global. Ia menilai dampak krisis ini berpotensi meluas dan dirasakan oleh seluruh negara.

“Tidak ada negara yang akan kebal terhadap dampak krisis ini jika terus berlanjut ke arah ini,” ujar Fatih Birol dalam pernyataannya di National Press Club Australia, Canberra dilansir dari AP News, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah memberikan dampak gabungan yang lebih serius dibandingkan krisis minyak pada 1970-an maupun dampak perang Rusia-Ukraina terhadap pasar gas global.

ADVERTISEMENT

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Pada hari yang sama, Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran, sementara Iran terus memperbarui serangan ke negara-negara Teluk.

Seorang pejabat militer Amerika Serikat juga dilaporkan meminta warga Iran untuk tetap berada di tempat perlindungan. Situasi ini menambah kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Birol mengungkapkan bahwa setidaknya 40 aset energi di sembilan negara telah mengalami kerusakan parah atau sangat parah akibat konflik tersebut. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

IEA saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah di Eropa dan Asia terkait kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis. Langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas pasar energi.

“Kita akan lihat, kita akan mengamati pasar. Jika memang perlu, tentu saja kita akan melakukannya, tetapi kita akan melihat kondisi, menganalisis, dan berdiskusi dengan negara-negara anggota,” katanya.

Krisis ini diperkirakan akan terus memengaruhi harga energi global dan stabilitas ekonomi dunia jika konflik tidak segera mereda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

INTERNASIONAL
Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

INTERNASIONAL
Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon