Targetkan Pulau Kharg, Pentagon Siapkan Perang Darat di Iran
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:01 WIB
Washington, Beritasatu.com – Pentagon dilaporkan tengah mempersiapkan rencana operasi darat selama beberapa minggu di Iran. Serangan strategis ini diprediksi akan menyasar Pulau Kharg dan wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz, meski Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan final.
Laporan Washington Post menyebutkan bahwa operasi darat ini bukan merupakan invasi skala penuh. Sebaliknya, misi tersebut akan melibatkan unit pasukan khusus dan pasukan infanteri konvensional untuk serangan presisi di titik tertentu.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi kehadiran 3.500 personel militer di atas kapal USS Tripoli yang telah tiba di wilayah tersebut. Pengerahan ini juga mencakup pesawat angkut, pesawat tempur serang, serta aset amfibi taktis.
Hingga saat ini, Washington tercatat telah mengirim ribuan Marinir ke Timur Tengah di tengah konflik yang kian memanas dalam sebulan terakhir. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa pengerahan ini bertujuan memberikan fleksibilitas maksimal bagi strategi Trump.
"AS bisa mencapai tujuannya tanpa pasukan darat, namun pengiriman pasukan ini memberikan fleksibilitas bagi Presiden untuk menyesuaikan strategi," ujar Rubio, Jumat (27/3/2026).
Selain Marinir, Pentagon diperkirakan akan menerjunkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS. Langkah ini akan menambah jumlah 5.000 Marinir yang baru dipindahkan ke wilayah yang sudah menampung 50.000 pasukan AS tersebut.
Para pengamat militer berspekulasi bahwa penumpukan pasukan ini bertujuan untuk mengamankan tepian selat atau merebut Pulau Kharg. Pulau tersebut merupakan jantung industri minyak Iran yang memiliki nilai ekonomi dan strategis sangat krusial.
Meski secara teknis AS mampu merebut wilayah tersebut, para ahli memperingatkan risiko perang gesekan yang panjang. Hal ini dikhawatirkan akan memakan biaya besar serta mengancam nyawa tentara Amerika Serikat.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding AS melakukan standar ganda. Ia menyebut Washington tengah menyiapkan serangan darat di balik kedok upaya diplomatik.
"Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi, tetapi secara diam-diam mereka merencanakan serangan darat," tegas Ghalibaf melalui kantor berita resmi IRNA, Minggu (29/3/2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




