Selat Hormuz Ditutup Lagi, Pemerintah Upayakan Kapal Pertamina Lewat
Sabtu, 18 April 2026 | 23:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas distribusi energi global.
Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan pemerintah terus berupaya memastikan kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat segera melintas setelah sebelumnya tertahan di kawasan tersebut.
“Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, dinamika di Selat Hormuz memiliki dampak signifikan terhadap rantai pasok energi global, termasuk bagi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi sejak awal konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Anggia, salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong optimalisasi pemanfaatan energi dari sumber daya alam dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global.
“Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian. Stok dalam negeri aman dan harga relatif stabil,” katanya.
Sebelumnya, Iran sempat mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026) malam, seiring kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi saat itu menyatakan jalur pelayaran bagi kapal komersial telah dibuka sepenuhnya.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujarnya.
Namun, tidak lama berselang, Iran kembali menutup selat tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat yang masih menjalankan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pejabat militer Iran menyebut langkah tersebut sebagai respons atas kebijakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar hukum internasional.
Penutupan kembali Selat Hormuz ini menambah ketidakpastian di pasar energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




