Italia Siapkan 4 Kapal Tempur untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
Kamis, 23 April 2026 | 12:14 WIB
Roma, Beritasatu.com - Italia menyiapkan empat kapal untuk kemungkinan pengerahan dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, seiring meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut Italia, Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto mengatakan langkah ini merupakan bagian dari rencana kontinjensi yang disusun bersama koalisi internasional.
"Rencana yang diusulkan kepala staf umum Angkatan Bersenjata, untuk berjaga-jaga, mencakup pembentukan suatu grup yang terdiri dari dua kapal penyapu ranjau, unit pengawal, dan unit pendukung logistik, yang akan memungkinkan kami memperpanjang periode tugas," kata Berutti Bergotto kepada saluran Rai1 Italia, Rabu (22/4/2026).
"Totalnya akan ada empat kapal," tambahnya.
Menurut Bergotto, partisipasi Italia dilakukan dalam kerangka kerja sama internasional. Sejumlah negara lain, seperti Prancis, Inggris, Belanda, dan Belgia juga disebut akan mengerahkan kapal penyapu ranjau ke kawasan tersebut.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada keamanan jalur pelayaran global, khususnya di Selat Hormuz.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Eskalasi konflik tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan ini turut memicu lonjakan harga minyak di berbagai negara, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
Dengan pengerahan kapal penyapu ranjau, Italia dan negara-negara mitra berupaya memastikan keamanan jalur pelayaran tetap terjaga serta meminimalkan risiko gangguan lebih lanjut di kawasan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




