Cair! Bank Sentral Iran Mulai Terima Setoran Pungutan Tol Selat Hormuz
Kamis, 23 April 2026 | 18:04 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Iran mulai memperoleh pendapatan dari pungutan tol (pajak) di Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kebijakan ini menandai langkah baru Teheran dalam mengendalikan jalur energi strategis dunia tersebut.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajjibabaei, mengatakan pendapatan pertama dari pungutan tol telah masuk ke kas negara melalui Bank Sentral Iran.
“Pendapatan pertama yang diterima dari pungutan tol Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral,” ujar Hajjibabaei, seperti dikutip kantor berita Tasnim, Kamis (23/4/2026).
Selat Hormuz menjadi titik krusial sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada 28 Februari 2026. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi energi global, yang dalam kondisi normal dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Dalam situasi saat ini, Iran hanya mengizinkan sejumlah terbatas kapal untuk melintas. Kebijakan tersebut memperketat arus perdagangan energi global dan meningkatkan ketegangan geopolitik.
Sebelumnya, parlemen Iran telah membahas rencana penerapan pungutan tol bagi kapal yang melintas di selat tersebut. Media pemerintah Iran pada 30 Maret 2026 melaporkan komisi keamanan parlemen menyetujui rencana tersebut, meski belum ada kejelasan mengenai pengesahan finalnya.
Para pejabat Iran juga menegaskan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang dalam waktu dekat.
Pada sisi lain, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Upaya internasional juga mulai dilakukan untuk menjamin keamanan navigasi.
Inggris dan Prancis, bersama perencana militer dari lebih dari 30 negara, telah menggelar pembicaraan guna melindungi pelayaran di kawasan tersebut. Paris dan London bahkan menyatakan kesiapan memimpin misi multinasional jika kondisi memungkinkan.
Langkah Iran memungut tol ini diperkirakan akan semakin menekan pasokan energi global dan berdampak pada harga minyak dunia yang sudah bergejolak akibat konflik berkepanjangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




