Kapal Taipan Rusia Sukses Lewat Selat Hormuz di Tengah Perang AS-Iran
Senin, 27 April 2026 | 16:38 WIB
Moskwa, Beritasatu.com – Kapal pesiar super mewah Nord milik taipan baja asal Rusia, Alexei Mordashov, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip kantor berita Rusia Meduza, Senin (27/4/2026), pergerakan kapal yang memiliki panjang 142 meter tersebut terungkap melalui layanan pelacakan kapal Vesselfinder dan MarineTraffic. Data dari kedua platform itu menunjukkan kapal pesiar mewah tersebut meninggalkan Dubai pada Jumat (24/4/2026) dan hingga berita ini diturunkan sedang dalam perjalanan berlayar menuju Oman.
Laporan NBC News menyebutkan, kapal Nord mengambil jalur pelayaran di selatan Pulau Larak saat melintasi Selat Hormuz.
Alexei Mordashov diketahui merupakan pemilik utama perusahaan baja Rusia, Severstal. Pada 2026, ia menempati posisi teratas dalam daftar tahunan orang terkaya Rusia dengan estimasi kekayaan mencapai US$ 37 miliar. Forbes Rusia mencatat, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah daftar peringkat tersebut kekayaan seorang miliarder Rusia menembus angka US$ 30 miliar.
Selain Nord, data MarineTraffic juga menunjukkan dua kapal lain yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS), yakni kapal tanker Ocean Jet dan Lumina Ocean, ikut melintas di Selat Hormuz semalam hingga Sabtu (25/4/2026) waktu setempat.
Tak hanya itu, lima kapal kargo tambahan, termasuk satu kapal berbendera Iran, serta sebuah feri penumpang dari Oman juga tercatat melakukan penyeberangan serupa antara pukul 17.00 pada Jumat (24/4/2026) hingga pukul 05.00 pada Sabtu (25/4/2026).
Kapal pesiar Nord dibangun oleh galangan kapal Jerman, Lürssen, dan diserahkan kepada Mordashov pada 2021. Awalnya, Nord berlayar di bawah bendera Kepulauan Cayman, sebelum kemudian didaftarkan ulang di Rusia pada awal 2022 setelah Mordashov dikenai sanksi internasional. Selanjutnya, pada Juni 2023, kapal itu sempat kembali ke Vladivostok setelah hampir setahun berada di luar negeri.
Iran dilaporkan memblokir Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang akhirnya berdampak pada geopolitik di Timur Tengah. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Meski demikian, Komando Pusat AS menegaskan blokade tersebut tidak ditujukan untuk menghambat distribusi barang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




