ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dubes Rusia Tegaskan BRICS Bukan Perlawanan terhadap Barat

Selasa, 28 April 2026 | 15:07 WIB
BI
H
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: HE
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dalam acara Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dalam acara Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Beritasatu.com/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov mengungkapkan, kehadiran BRICS bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, melainkan sebuah inisiatif untuk memperkuat kerja sama dan pembangunan di antara negara-negara anggotanya.

Diketahui, BRICS kerap menjadi sorotan sebagai salah satu kekuatan baru dalam tatanan global.

Sergei mengungkapkan, BRICS merupakan wadah kolaborasi bagi negara-negara besar non-Barat seperti Rusia, India, dan Cina, bersama anggota lainnya. Menurutnya, keanggotaan ini hadir untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi, peningkatan kerja sama, serta memperluas peluang kolaborasi lintas sektor.

ADVERTISEMENT

“Ini bukan sesuatu yang menentang Barat, melainkan upaya negara-negara untuk membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan mereka,” ungkap Sergei dalam acara Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sebagai contoh, BRICS menginisiasi alternatif sistem keuangan. Diketahui, beberapa agenda utama BRICS membangun struktur kerja sama yang lebih mandiri, khususnya dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Adapun, saat ini, sistem keuangan global masih sangat bergantung pada SWIFT sebagai sarana utama transaksi internasional.

Ketergantungan ini, menurut Sergei, menjadi tantangan bagi sejumlah negara, terutama yang menghadapi sanksi dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan kawasan Uni Eropa.

Dalam konteks tersebut, lanjut Sergei, BRICS dipandang sebagai salah satu platform untuk mencari solusi alternatif. Upaya membangun sistem transaksi dan penyelesaian keuangan yang tidak bergantung pada SWIFT menjadi salah satu prioritas utama.

Selain itu, kerja sama multilateral dalam kerangka BRICS juga diharapkan mampu menciptakan mekanisme baru yang lebih inklusif dan adil bagi negara-negara berkembang.

"Dalam framework BRICS atau organisasi multilateral, kita akan menemukan cara melakukannya, cara menciptakan sistem transaksi keuangan, penyelesaian keuangan yang tidak bergantung pada SWIFT," pungkas Sergei.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia Gebrak Forum BRICS, Tuntut Keadilan Hukum Global!

Indonesia Gebrak Forum BRICS, Tuntut Keadilan Hukum Global!

MULTIMEDIA
Perang Iran Bayangi Pertemuan Menlu BRICS, Apa yang Perlu Diketahui?

Perang Iran Bayangi Pertemuan Menlu BRICS, Apa yang Perlu Diketahui?

INTERNASIONAL
Senator Kanada Sebut Peran Global Indonesia Makin Kuat di Era Prabowo

Senator Kanada Sebut Peran Global Indonesia Makin Kuat di Era Prabowo

INTERNASIONAL
Prabowo Apresiasi Putin Dukung Indonesia Gabung BRICS

Prabowo Apresiasi Putin Dukung Indonesia Gabung BRICS

INTERNASIONAL
Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

MULTIMEDIA
Bertemu Putin, Prabowo Ungkap Kemajuan Hubungan RI-Rusia

Bertemu Putin, Prabowo Ungkap Kemajuan Hubungan RI-Rusia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon