Trump Ajak Elon Musk hingga Tim Cook dalam Kunjungan ke China
Rabu, 13 Mei 2026 | 10:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang sejumlah petinggi perusahaan besar AS untuk ikut dalam kunjungannya ke China pada pekan ini. Para eksekutif yang diajak berasal dari sektor teknologi, keuangan, hingga pertanian.
Trump berangkat ke Beijing pada Selasa (12/5/2026) untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Selain membahas konflik Iran, kedua pemimpin juga dijadwalkan mendiskusikan isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI).
Berikut sejumlah tokoh bisnis yang disebut akan ikut dalam rombongan Trump:
Elon Musk
Elon Musk merupakan CEO Tesla dan SpaceX. Ia sebelumnya memimpin Department of Government Efficiency bentukan Trump sebelum lembaga tersebut dibubarkan pada November 2025.
Musk sempat berseteru dengan Trump tahun lalu melalui perang pernyataan di media sosial X. Saat itu Musk menuduh pemerintah menyembunyikan informasi terkait hubungan Trump dengan Jeffrey Epstein tanpa memberikan bukti. Namun, Musk kemudian mengaku menyesali sebagian unggahannya tentang Trump di X.
Kini Musk kembali fokus mengelola Tesla dan bisnis lainnya. Tesla sendiri memiliki operasi besar di China dan Musk beberapa kali berkunjung ke negara tersebut.
Tim Cook
CEO Apple, Tim Cook, juga termasuk dalam daftar undangan. Cook baru saja mengumumkan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple pada 1 September 2026 setelah memimpin perusahaan selama 15 tahun.
Posisinya akan digantikan kepala divisi hardware engineering Apple, John Ternus. Meski mundur dari posisi CEO, Cook tetap bertahan sebagai chairman eksekutif perusahaan.
Selama memimpin Apple, Cook dikenal piawai menjaga hubungan politik, terutama ketika Trump menerapkan perang dagang dengan China. Apple bahkan berhasil memperoleh sejumlah pengecualian tarif impor setelah berjanji menginvestasikan US$ 600 miliar di AS pada masa pemerintahan Trump kedua.
Kelly Ortberg
CEO Boeing, Kelly Ortberg, juga ikut dalam perjalanan tersebut. Ortberg mengambil alih Boeing pada 2024 ketika perusahaan tengah menghadapi berbagai masalah hukum, regulasi, dan produksi.
Sebelumnya, Boeing terdampak perang tarif antara AS dan China. Beijing sempat menaikkan tarif impor barang AS menjadi 125% sebagai balasan atas kebijakan Trump yang menaikkan tarif produk China hingga 145%.
Meski demikian, Boeing masih menjalin pembicaraan dengan China terkait potensi penjualan besar pesawat komersial.
Selain Musk, Cook, dan Ortberg, sejumlah petinggi perusahaan besar lain juga disebut ikut dalam rombongan Trump, di antaranya:
- Jensen Huang dari Nvidia
- Larry Fink dari BlackRock
- Stephen Schwarzman dari Blackstone
- Jane Fraser dari Citigroup
- David Solomon dari Goldman Sachs
- Sanjay Mehrotra dari Micron Technology
- Cristiano Amon dari Qualcomm
- Ryan McInerney dari Visa Inc.
- Dina Powell McCormick Meta Platforms
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




