AS Tambah Dana Rp 2 Triliun untuk Pesawat Pengganti Air Force One
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:40 WIB
Washington, Beritasatu.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menambah pendanaan sebesar US$ 125 juta atau sekitar Rp 2 triliun untuk program VC-25B, proyek pesawat kepresidenan generasi baru pengganti Air Force One.
Dilansir dari Defence Blog, tambahan dana tersebut membuat total nilai kontrak Boeing untuk proyek VC-25B mencapai sekitar US$ 4,445 miliar atau setara Rp 72 triliun.
Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara Wright Patterson, Ohio, memberikan tambahan kontrak kepada Boeing untuk mendukung pengadaan suku cadang utama pesawat.
Pekerjaan proyek akan dilakukan di San Antonio, Texas, sementara Boeing tetap memimpin pengembangan melalui fasilitasnya di Tukwila, Washington.
Pemerintah AS menyatakan dana awal sebesar US$ 41,9 juta langsung dialokasikan pada tahap awal proyek, sedangkan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai perkembangan program.
Tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk pengadaan long lead spare parts atau suku cadang dengan waktu produksi panjang yang harus dipesan jauh sebelum pesawat resmi beroperasi.
Komponen tersebut mencakup avionik khusus, struktur pesawat tertentu, hingga berbagai perangkat dengan produksi terbatas yang membutuhkan waktu manufaktur lama.
Bagi program pesawat kepresidenan seperti Air Force One, ketersediaan suku cadang dinilai sangat penting untuk memastikan pesawat tidak mengalami gangguan operasional dalam situasi darurat.
Program VC-25B sendiri telah mengalami keterlambatan selama beberapa tahun terakhir. Boeing sebelumnya gagal memenuhi target pengiriman awal pada 2024.
Saat ini, dua unit permanen VC-25B diperkirakan baru akan dikirim pada 2028. Akibat keterlambatan tersebut, Angkatan Udara AS menjalankan program sementara bernama VC-25B Bridge.
Melalui program tersebut, AS menerima pesawat Boeing 747-8i konfigurasi kepala negara dari Qatar yang kemudian dimodifikasi oleh L3Harris untuk kebutuhan keamanan dan komunikasi kepresidenan.
Pesawat sementara itu telah menyelesaikan proses modifikasi dan uji terbang. Saat ini pesawat sedang dicat ulang menggunakan livery merah, putih, dan biru sebelum diperkenalkan secara publik pada musim panas tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




