Xi Jinping dan Trump Bahas Hubungan Baru AS-China di Beijing
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:56 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump resmi memulai pembicaraan bilateral di Balai Besar Rakyat Beijing, Kamis (14/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda diplomatik paling disorot dunia di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam sambutan pembukaannya, Xi Jinping menyampaikan apresiasi atas kunjungan Donald Trump ke China setelah hampir satu dekade.
“Saya sangat senang bertemu Anda di Beijing. Selamat datang kembali ke China setelah sembilan tahun,” kata Xi di hadapan delegasi kedua negara.
Xi Jinping menilai dunia saat ini berada dalam situasi yang penuh perubahan dan ketidakpastian sehingga negara-negara besar perlu memperkuat kerja sama dibandingkan persaingan.
“Karena itu kita harus menjadi mitra, bukan saling bersaing, seharusnya saling membantu untuk sama-sama berhasil dan sejahtera serta menemukan cara yang tepat agar negara-negara besar dapat berhubungan dengan baik satu sama lain,” ujar Xi.
Presiden China itu juga menyoroti peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat AS.
“Saya selalu percaya bahwa kedua negara kita memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lainnya, dan hubungan bilateral yang stabil tentu baik untuk dunia,” tambah Xi.
Xi menegaskan China dan AS akan sama-sama memperoleh manfaat dari kerja sama, tetapi akan merugi apabila memilih konfrontasi. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi titik awal babak baru hubungan kedua negara.
“Saya menantikan diskusi kita tentang isu-isu utama yang penting bagi kedua negara kita dan dunia, dan bekerja sama dengan Anda untuk menentukan arah hubungan China-AS,” kata Xi.
Sementara itu, Donald Trump membuka pidatonya dengan memuji penyambutan yang diberikan China, khususnya penampilan anak-anak dalam upacara kenegaraan.
“Anak-anak itu luar biasa, dan mereka mewakili begitu banyak hal bagi saya. Saya tahu mereka juga mewakili begitu banyak hal bagi Anda,” ujar Trump.
Trump juga menekankan hubungan pribadinya dengan Xi Jinping yang menurutnya telah terjalin cukup lama dan mampu melewati berbagai tantangan diplomatik.
“Kita memiliki hubungan yang fantastis, kita tetap akur ketika ada kesulitan. Kita menyelesaikannya dengan sangat cepat,” ungkap Trump.
Dalam kesempatan itu, Trump menyebut Xi Jinping sebagai sosok pemimpin besar.
“Anda adalah pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar,” kata Trump.
Trump turut membawa delegasi bisnis besar dari Amerika Serikat yang terdiri atas sejumlah CEO perusahaan global. Menurutnya, para pelaku usaha tersebut ingin memperkuat perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan China.
“Kami meminta 30 orang terbaik di dunia dan mereka hadir di sini hari ini untuk menyampaikan rasa hormat kepada Anda dan kepada China,” ujar Trump.
Ia juga menyebut pertemuan dengan Xi Jinping sebagai salah satu forum paling penting yang pernah berlangsung dalam hubungan kedua negara.
“Ada yang mengatakan ini mungkin KTT terbesar yang pernah ada,” tambah Trump.
Delegasi bisnis AS yang ikut mendampingi Trump antara lain pimpinan BlackRock, Blackstone, Boeing, Goldman Sachs, Tesla, Nvidia, hingga Qualcomm.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




