ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KKP-BC Gagalkan Penyelundupan 22.000 Benih Lobster ke Singapura

Minggu, 11 April 2021 | 20:21 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Kegiatan pelepasliaran benih bening lobster di sekitar kawasan perairan Pulau Lusi, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan pelepasliaran benih bening lobster di sekitar kawasan perairan Pulau Lusi, Sidoarjo, Jawa Timur. (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Penyelundupan sebanyak 22.230 benih bening lobster (BBL) dari Kepulauan Riau ke Singapura berhasil digagalkan oleh petugas gabungan dari institusi Bea Cukai serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sinergi kami yang semakin kuat di lapangan kian membuahkan hasil. Lagi-lagi kami menggagalkan penyelundupan BBL," kata Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Ia memaparkan bahwa petugas gabungan dari Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan mengamankan sebuah kapal cepat di perairan Batu Cula.

Saat digeledah, lanjut Kepala BKIPM KKP, kapal tersebut mengangkut satu kardus styrofoam berisi 30 kantong berisi benur.

ADVERTISEMENT

Rina mengungkapkan petugas pun menyita benur tersebut dan langsung melakukan reoksigen dan pencacahan. Hasilnya, ditemukan 29 kantong BBL berisi jenis pasir dengan jumlah sekira 23.084 ekor, sedangkan sisanya BBL jenis mutiara.

"Kami bergerak cepat dalam melakukan penyelamatan sumber daya ikan. Jadi kita tak ada kompromi dan toleransi dengan penyelundupan," tegasnya.

Pengungkapan ini berawal informasi intelijen tentang dugaan adanya kapal cepat bermuatan BBL yang akan menuju Singapura pada Jumat (9/4/2021) sekira pukul 12.30 WIB. Petugas pun kemudian berpatroli dan bersiap untuk penyekatan terhadap kapal tersebut.

Kemudian tepat di koordinat 1°01.827' Lintang Utara / 103°41.037' Bujur Timur, Satgas Patroli Bea Cukai 1288 melihat ada sebuah kapal pancung bermesin 2 x 15 PK dengan dua anak buah kapal menuju perairan internasional (Singapura).

Petugas pun langsung menghentikan sekaligus memeriksa kapal tersebut. "Ini bukti kami tidak main-main. Kami libatkan intelijen untuk mendapatkan informasi, hingga kami tangkap kapal tersebut," urai Rina.

Rina mengutarakan harapannya rangkaian penangkapan dan penggagalan penyeludupan BBL tersebut bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku. Dia memastikan jajarannya selalu mengawasi pintu keluar-masuk komoditas perikanan di seluruh Indonesia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kementerian Kelautan dan Perikanan Akui Terjadi Kenaikan Harga Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Akui Terjadi Kenaikan Harga Ikan

EKONOMI
Diserang Isu Dana Kapal, Trenggono Cuma Tersenyum

Diserang Isu Dana Kapal, Trenggono Cuma Tersenyum

NASIONAL
Lapor Prabowo, Trenggono: Progres Kampung Nelayan Tembus 50 Persen

Lapor Prabowo, Trenggono: Progres Kampung Nelayan Tembus 50 Persen

NASIONAL
KKP Jamin Hak Keluarga ASN Korban Pesawat ATR 42-500

KKP Jamin Hak Keluarga ASN Korban Pesawat ATR 42-500

NASIONAL
Jenazah Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500 Dijemput Keluarga

Jenazah Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500 Dijemput Keluarga

SULAWESI SELATAN
Berbekal Rp 13 M, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Natuna

Berbekal Rp 13 M, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Natuna

KEPULAUAN RIAU

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT