Selain Nuklir, PBB Sebut Korut Lakukan Serangan Siber pada Uang Kripto
Minggu, 6 Februari 2022 | 12:42 WIB
New York, Beritasatu.com - Korea Utara (Korut) terus mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya selama setahun terakhir dan serangan siber pada pertukaran mata uang kripto merupakan sumber pendapatan penting bagi Pyongyang, menurut kutipan laporan rahasia PBB yang dilihat pada Sabtu (5/2/2022) oleh Reuters.
Laporan tahunan oleh pemantau sanksi independen diserahkan pada Jumat malam kepada komite sanksi Korea Utara Dewan Keamanan PBB.
"Meskipun tidak ada uji coba nuklir atau peluncuran ICBM (rudal balistik antarbenua) yang dilaporkan, DPRK terus mengembangkan kemampuannya untuk produksi bahan fisil nuklir," tulis para ahli.
Baca Juga: Lewat Uji Coba, Korut Pamerkan Beragam Senjata Rudal
Korea Utara secara resmi dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK). Ini telah lama dilarang melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Dewan Keamanan PBB.
"Pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur nuklir dan rudal balistik DPRK terus berlanjut, dan DPRK terus mencari materi, teknologi, dan pengetahuan untuk program-program ini di luar negeri, termasuk melalui sarana dunia maya dan penelitian ilmiah bersama," kata laporan itu.
Sejak tahun 2006, Korea Utara telah dikenakan sanksi PBB, yang telah diperkuat Dewan Keamanan selama bertahun-tahun dalam upaya untuk menargetkan pendanaan untuk program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.
Pemantau sanksi mencatat bahwa telah terjadi "percepatan yang nyata" dari pengujian rudal oleh Pyongyang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




