Selain Nuklir, PBB Sebut Korut Lakukan Serangan Siber pada Uang Kripto
Minggu, 6 Februari 2022 | 12:42 WIB
Amerika Serikat (AS) dan lainnya mengatakan pada hari Jumat bahwa Korea Utara telah melakukan sembilan peluncuran rudal balistik pada bulan Januari, menambahkan itu adalah jumlah terbesar dalam satu bulan dalam sejarah program senjata pemusnah massal dan rudal negara itu.
Para pemantau juga mengatakan "serangan siber, terutama pada aset mata uang kripto, tetap menjadi sumber pendapatan penting" bagi Korea Utara dan bahwa mereka telah menerima informasi bahwa peretas Korea Utara terus menargetkan lembaga keuangan, perusahaan mata uang kripto, dan bursa.
Baca Juga: AS Desak Pembicaraan Langsung setelah Korut Uji Coba Rudal Balistik
"Menurut negara anggota, pelaku siber DPRK mencuri lebih dari US$ 50 juta antara tahun 2020 dan pertengahan 2021 dari setidaknya tiga pertukaran mata uang kripto di Amerika Utara, Eropa, dan Asia," kata laporan itu.
Pemantau juga mengutip laporan bulan lalu oleh perusahaan keamanan siber Chainalysis yang mengatakan Korea Utara meluncurkan setidaknya tujuh serangan terhadap platform cryptocurrency yang mengekstraksi aset digital senilai hampir US$ 400 juta tahun lalu.
Pada 2019, pemantau sanksi PBB melaporkan bahwa Korea Utara telah menghasilkan sekitar US$2 miliar untuk program senjata pemusnah massalnya menggunakan serangan siber yang meluas dan semakin canggih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




