Liburan Iduladha di Bangladesh, 398 Orang Tewas Akibat Laka Lantas
Minggu, 24 Juli 2022 | 23:08 WIB
Dhaka, Beritasatu.com- Sedikitnya 398 orang tewas dan 774 luka-luka dalam 319 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bangladesh sepanjang liburan Iduladha dari 3 hingga 17 Juli. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (24/7/2022), ratusan peristiwa laka lantas itu juga mengakibatkan 774 orang mengalami luka-luka.
Data itu adalah jumlah kematian kecelakaan lalu lintas tertinggi selama festival Muslim sejak Asosiasi Kesejahteraan Penumpang Bangladesh (BPWA) mulai mengumpulkan data tersebut pada 2016.
Negara Asia Selatan berpenduduk 165 juta orang ini memiliki salah satu tingkat kecelakaan dan korban di jalan raya tertinggi di dunia. Insiden meningkat tajam selama liburan Iduladha ketika jutaan orang kembali ke rumah mereka di pedesaan dari ibukota Dhaka dan kota-kota lain.
Baca Juga: Jembatan Terpanjang di Bangladesh Diresmikan PM Hasina
Menurut BPWA, setidaknya 398 orang tewas dan 774 terluka dalam 319 kecelakaan di jalan antara 3 Juli dan 17 Juli. Iduladha dirayakan pada 10 Juli di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.
"Data sebelumnya dari kematian tersebut terjadi tahun ini hanya selama festival Idulfitri ketika 376 orang tewas dan hampir 1.500 terluka dalam 283 kecelakaan di jalan antara 25 April dan 9 Mei,"" kata BPWA.
Karena hampir separuh kematian selama liburan Idul Fitri melibatkan sepeda motor, pemerintah melarang kendaraan roda dua di jalan raya penting selama tujuh hari dari 7 Juli hingga 13 Juli.
Baca Juga: Banjir di Bangladesh dan India Akibatkan 110 Orang Tewas
Namun data BPWA menunjukkan sekitar 30 persen kematian akibat kecelakaan saat libur Iduladha melibatkan sepeda motor karena banyak orang yang melanggar aturan.
Altaf Hossain, 27 tahun, meninggal dalam satu kecelakaan seperti itu di daerah Madhabdi di distrik tengah Narshingdi di Bangladesh pada 11 Juli.
Paman Hossain, Hiru Mia, mengatakan almarhum membawa daging kurban untuk dikirim ke kerabat di distrik lain dan tidak punya pilihan selain menggunakan sepeda motornya.
Baca Juga: Banjir di Bangladesh dan India, 6 Juta Orang Mengungsi
"Dalam perjalanan, dia kehilangan kendali sepedanya dan jatuh ke parit. Cedera kepalanya fatal. Dokter tidak bisa menyelamatkannya setelah dia dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Mia kepada Al Jazeera.
Kecelakaan di jalan raya yang fatal di Bangladesh telah meningkat meskipun pemerintah mengatakan akan menguranginya hingga 50 persen pada tahun 2030.
Menurut polisi, setidaknya 5.088 orang tewas dalam 5.472 kecelakaan di jalan pada tahun 2021 – 30 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Bangladesh, 49 Orang Dilaporkan Tewas
Data BPWA memberikan gambaran yang lebih suram yakni 7.809 kematian dan 9.039 luka-luka dalam 5.629 kecelakaan jalan tahun lalu.
Marah oleh bus yang melaju kencang yang menewaskan dua siswa sekolah menengah pada Juli 2018, puluhan ribu siswa sekolah dan mahasiswa di seluruh Bangladesh turun ke jalan selama seminggu dalam protes yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Protes memaksa pemerintah untuk mengesahkan Undang-Undang Transportasi Jalan, yang memperkenalkan sejumlah langkah untuk memeriksa kecelakaan di jalan, termasuk menetapkan usia minimum dan jam kerja untuk pengemudi profesional dan saluran bantuan darurat untuk melaporkan kecelakaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




