Polda Jabar Buka Posko Antemortem Korban Longsor Bandung Barat
Minggu, 25 Januari 2026 | 05:50 WIB
Bandung Barat, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membuka posko antemortem guna memudahkan proses identifikasi korban longsor yang dinyatakan hilang di wilayah Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat. Posko antemortem tersebut ditempatkan di salah satu sekolah dasar (SD) di kawasan Pasir Langu, dekat dengan lokasi bencana.
Pembukaan posko ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses disaster victim identification (DVI) terhadap korban longsor yang tertimbun material tanah. Hingga Sabtu (24/1/2026) sore, tim DVI Polda Jawa Barat telah menerima 11 kantong jenazah dari lokasi kejadian.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan, dari 11 kantong jenazah yang diterima, sebagian korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Berdasarkan 11 kantong jenazah yang sudah diidentifikasi dan sudah dibawa kembali keluarganya ada lima orang, sisanya masih dalam proses," kata Rudi saat ditemui di Posko Antemortem Dokkes Polda Jabar, Sabtu (24/1/2026) malam.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Rudi mengimbau masyarakat yang anggota keluarganya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsor agar segera mendatangi posko antemortem. Data yang dikumpulkan di posko tersebut meliputi identitas korban, ciri fisik, data medis, hingga properti pribadi yang biasa digunakan korban.
"Kita juga sudah meminta masyarakat yang keluarganya tidak ada atau hilang untuk memberikan data-datanya supaya cepat prosesnya, supaya tidak salah nanti kita menyerahkan pada keluarga meski sepahit apa pun," bebernya.
Sementara itu, berdasarkan data terakhir Tim SAR gabungan yang diterima tim Beritasatu, proses pencarian korban longsor di hari pertama sempat dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Dari total 113 jiwa atau 34 keluarga yang terdampak bencana longsor di kawasan tersebut, telah ditemukan sembilan jenazah dalam kondisi utuh, serta dua jenazah yang ditemukan tidak lengkap, hanya berupa bagian tangan dan kaki.
Selain itu, sebanyak 23 warga berhasil selamat, sementara 81 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Operasi pencarian terus dilanjutkan dengan mengerahkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Polda Jawa Barat memastikan proses identifikasi korban longsor dilakukan secara profesional dan transparan, guna memastikan setiap jenazah dapat diserahkan kepada keluarga yang berhak secara tepat dan bermartabat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




