Asyik Bermain, Anak Jadi Korban Jambret Remaja di Kalideres
Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kalideres, Jakarta Barat. Seorang anak yang sedang bermain bersama teman-temannya menjadi korban penjambretan di kawasan Rawa RT 01 RW 04, Kelurahan Pegadungan, Jumat (19/6/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu menyebabkan korban kehilangan satu unit telepon genggam setelah dirampas oleh pelaku yang diduga berjumlah tiga orang.
Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Jalan Satu Maret, tepatnya di belakang SMA Negeri 95 Jakarta. Saat itu korban tengah bermain di sekitar lokasi bersama sejumlah temannya sebelum didatangi para pelaku.
Ketua RT 01 RW 04 Pegadungan, Mirta, mengatakan informasi yang diperoleh dari rekaman kamera pengawas menunjukkan para pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih.
“Itu penjambretan. Anak-anak lagi pada main. Kejadiannya kira-kira pukul 23.00 WIB,” ujar Mirta.
Dari hasil pemantauan CCTV, para pelaku diduga masih berusia remaja. Mereka diperkirakan merupakan pelajar tingkat SMP atau SMA.
“Diperkirakan tiga orang pelaku menggunakan sepeda motor Scoopy warna putih. Mungkin pelakunya masih kecil-kecil, bukan orang dewasa, seperti pelajar SMA atau SMP,” katanya.
Meski tidak disebutkan nilai kerugian yang dialami korban, hilangnya telepon genggam tersebut menambah daftar kasus kriminalitas yang dikeluhkan warga di wilayah Pegadungan.
Mirta mengatakan kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian. Petugas dari unit Buser bersama personel Polsek Kalideres disebut telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Sudah ditangani oleh Buser atau Polsek Kalideres,” ujarnya.
Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Warga menilai aksi kriminal jalanan belakangan semakin sering terjadi dan membuat masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah.
Menurut Mirta, meningkatnya kerawanan di sejumlah wilayah bisa dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
“Sekarang mungkin bisa dikatakan sedang rawan. Setiap wilayah mungkin memang sedang banyak masalah, kejadian-kejadian kriminal seperti begini,” tuturnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku yang terekam kamera pengawas.
.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




