ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tradisi Tungguk Tembakau di Lereng Merapi-Merbabu Meriahkan Panen

Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:01 WIB
JL
BW
Penulis: Joko Laksono | Editor: BW
Warga Desa Senden, Boyolali, menggelar tradisi tungguk tembakau di lereng Merapi-Merbabu, Rabu 13 Agustus 2025.
Warga Desa Senden, Boyolali, menggelar tradisi tungguk tembakau di lereng Merapi-Merbabu, Rabu 13 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Boyolali, Beritasatu.com – Warga lereng Gunung Merapi dan Merbabu, tepatnya di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi tungguk tembakau sebagai ungkapan syukur atas panen raya.

Kegiatan yang digelar setiap musim panen ini merupakan warisan budaya turun-temurun yang tetap lestari hingga kini.

Dalam tradisi ini, para petani membawa hasil panen tembakau dan hasil bumi dari halaman rumah menuju area pemakaman yang dianggap keramat untuk didoakan oleh tokoh masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

Setelah didoakan, semua gunungan yang berisi tembakau, nasi tumpeng, serta buah-buahan kemudian diarak menuju tanah lapang untuk prosesi selanjutnya.

Kepala Desa Senden, Sularsih, mengatakan kegiatan ini dimulai pada 2016. Pada 2024, tradisi yungguk tembakau telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Sejak itu, tradisi ini rutin dilakukan warga sebelum panen raya tembakau.

"Kalau dahulu berawal dari wiwit atau membuat sesaji sebelum panen tiba. Selanjutnya dibuat lebih besar yaitu tungguk tembakau,” katanya kepada Beritasatu.com, Rabu (13/8/2025).

Ia menambahkan, rangkaian menjelang panen raya dimulai sejak Selasa (12/8/2025). Tembakau yang disusun menyerupai gunungan terlebih dahulu disemayamkan di pemakaman keramat warga sebelum didoakan.
“Tembakau itu sebelumnya disemayamkan dahulu, setelah itu didoakan. Hal ini dipercaya membuat hasil panen lebih baik dan melimpah,” ujar Sularsih.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Eko Sumardiyanto mengatakan tradisi ini sudah berlangsung sejak lama.

“Sudah tradisi, mereka setiap akan panen tembakau melakukan ritual seperti ini. Kegiatan ini bentuk rasa syukur mereka,” ungkapnya.

Setelah prosesi ritual, warga makan bersama gunungan yang telah didoakan, lalu dilanjutkan rebutan gunungan tembakau maupun hasil bumi.

Selain warga setempat, tradisi ini juga menarik wisatawan yang datang menyaksikan panen dan menikmati pemandangan indah lereng Gunung Merapi-Merbabu. Pemerintah desa berharap tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang semakin dikenal luas.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon