ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Semarang-Demak, Arus Macet Total

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:53 WIB
WW
BW
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: BW
 Kondisi banjir di Jalan Raya Kaligawe Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu 22 Oktober 2025.
Kondisi banjir di Jalan Raya Kaligawe Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu 22 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Widy Wicaksono)

Semarang, Beritasatu.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (21/10/2025) sore hingga malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, terutama di Jalan Kaligawe Raya yang merupakan jalur utama penghubung Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Banjir melumpuhkan jalur Pantura Semarang-Demak pada Rabu (22/10/2025). Arus lalu lintas macet total.

Genangan air terjadi mulai dari depan SPBU Kaligawe, RSI Sultan Agung, hingga perbatasan Jalan Pantura Semarang-Demak. Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang dan aktivitas kendaraan terhambat. Masyarakat diminta menghindari jalur tersebut karena banjir dan kepadatan arus lalu lintas masih berlangsung.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan titik banjir terparah berada di depan RSI Sultan Agung dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, di kawasan Sayung, Kabupaten Demak, banjir akibat air rob mencapai 40 sentimeter dan menjadi penyebab utama kemacetan.

ADVERTISEMENT

“Arus lalu lintas cukup padat yang masuk kawasan Genuk. Titik tertinggi genangan ada di depan RSI Sultan Agung sekitar 30 sentimeter. Kemacetan ini imbas dari Sayung karena rob cukup tinggi, mungkin mencapai sekitar 40 sentimeter,” jelasnya, Rabu (22/10/2025).

Rismanto mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif dari Semarang menuju Demak atau sebaliknya. Pengendara dapat melintasi Jalan Woltermonginsidi, kemudian belok ke Jalan Banjardowo, lalu menuju Bulusari, Onggorawe, hingga Demak.

“Hindari arah Sayung karena genangan cukup parah. Wilayah Genuk masih bisa dilalui melalui Jalan Woltermonginsidi, tetapi titik terparah ada di Sayung,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di wilayah Semarang dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

BMKG juga mencatat tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah berkisar antara 0,5 meter hingga 2,5 meter, sedangkan di perairan selatan mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter, yang berpotensi memperparah banjir rob di kawasan pesisir.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

JAWA TENGAH
Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

JAWA TENGAH
Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

JAWA TENGAH
Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

JAWA TENGAH
Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

JAWA TENGAH
BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon