Tangis Haru Iringi Pemakaman Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Minggu, 5 April 2026 | 12:53 WIB
Magelang, Beritasatu.com — Tangis haru menyertai prosesi pemakaman Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi di Lebanon. Suasana duka menyelimuti pemakaman militer yang berlangsung di TMP Giridharmoloyo II, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Minggu (5/4/2026).
Keluarga, kerabat, dan warga sekitar tampak hadir mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Isak tangis pecah saat prosesi penghormatan militer berlangsung, mengenang sosok prajurit muda yang dikenal berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Perwakilan keluarga, Sumarno, menyampaikan almarhum selama hidup dikenal baik oleh masyarakat sekitar dan memiliki cita-cita kuat menjadi anggota TNI.
"Almarhum dikenal baik dengan warga sekitar dan memang ingin bekerja sebagai anggota TNI," kata Sumarno selaku perwakilan keluarga.
Upacara pemakaman militer dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Prosesi penghormatan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada negara.
Sebelum dimakamkan, jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka pada Minggu (5/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Muhammad Nur Ichwan lahir di Magelang pada 12 Mei 2000. Ia merupakan putra dari almarhum Isyadi dan Ibu Zaeniyah.
Dalam kehidupan keluarga, almarhum meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.
Kepergian Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi lingkungan sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan memiliki semangat pengabdian tinggi.
Sebelumnya, jenazah tiba pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 22.40 WIB dan langsung disambut keluarga, kerabat, serta warga sekitar dengan penuh penghormatan. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat di tengah suasana haru yang menyelimuti rumah duka.
Sejumlah anggota keluarga tidak mampu menahan kesedihan ketika peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Adik almarhum, Muhammad Fitrian Afif Efendi, terlihat lemas hingga harus dibopong setelah melihat jenazah kakaknya.
Tangis pilu mengiringi setiap tahapan penyambutan. Keluarga tampak terus memanjatkan doa sambil mengusap air mata di samping peti jenazah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




