ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Persiapan Sekolah Rakyat, Pemkab Lumajang Sediakan Lahan 7 Hektare

Rabu, 16 Juli 2025 | 16:53 WIB
AK
JS
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: JAS
Bupati Lumajang, Indah Amperawati (kanan)
Bupati Lumajang, Indah Amperawati (kanan) (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani)

Lumajang, BeritaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang belum dapat mengikuti peluncuran serentak program Sekolah Rakyat yang digelar secara nasional pada Senin (14/7/2025) lalu. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang menyebutkan bahwa kesiapan infrastruktur masih menjadi kendala utama.

“Kami belum bisa ikut peluncuran progran Sekolah rakyat karena fasilitas fisik dan sarana prasarana, terutama di Kecamatan Klakah, masih belum siap. Namun, kami sedang berproses menyiapkannya,” ujar Indah, Rabu (16/7/2025).

ADVERTISEMENT

Meski belum ikut pada tahap pertama, Pemkab Lumajang tetap berkomitmen penuh untuk mendukung program strategis nasional tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 6,6 hingga 7 hektare di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Lahannya sudah kami siapkan dan sedang dalam proses pengalihan sertifikat untuk kemudian dihibahkan ke pemerintah pusat,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial, yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan konsep pendidikan inklusif dan berbasis karakter serta keterampilan. 

Pada tahap peluncuran nasional, sebanyak 100 lokasi Sekolah Rakyat mulai beroperasi, dengan 19 di antaranya berada di Jawa Timur, tetapi belum termasuk Lumajang.

Indah menegaskan bahwa keterlibatan Lumajang dalam program ini bukan semata untuk mengikuti seremoni, melainkan memastikan kesiapan menyeluruh agar sekolah benar-benar berfungsi optimal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan ketika sekolah ini dibuka nanti, benar-benar berjalan maksimal dan menjadi pusat pendidikan yang memberdayakan,” tegasnya.

Desa Kebonan dipilih karena dinilai strategis dan memiliki akses yang menjangkau kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses pendidikan. Pemerintah juga telah melibatkan lintas sektor, termasuk dinas sosial dan dinas pendidikan, untuk mempercepat tahapan teknis, mulai dari pembangunan hingga penyusunan kurikulum berbasis vokasi.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian penting dari gerakan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tak hanya dengan memperluas akses pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kemandirian sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai segera setelah proses hibah lahan selesai, sembari mengajak masyarakat ikut serta mengawal realisasi program ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

NASIONAL
Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

NASIONAL
Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

NASIONAL
Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

NASIONAL
Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

NASIONAL
Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon