ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemacetan Parah ke Situbondo, Bupati Banyuwangi Minta Tambahan Kapal

Kamis, 24 Juli 2025 | 19:57 WIB
RH
JS
Penulis: Rizky Hidayatullah | Editor: JJS
Bupati Banyuwangi Ipuk Ipuk Fiestiandani meminta kepada Kemenhub untuk menambah pasokan kapal untuk mengurangi kemacetan Situbondo-Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Ipuk Fiestiandani meminta kepada Kemenhub untuk menambah pasokan kapal untuk mengurangi kemacetan Situbondo-Banyuwangi. (Beritasatu.com/Antara)

Banyuwangi, Beritasatu.com – Kemacetan panjang di jalur nasional Situbondo–Banyuwangi memicu reaksi cepat dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia meminta penambahan armada kapal penyeberangan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dioperasikan di Pelabuhan Ketapang.

“Kami sudah meminta Kemenhub menambah armada kapal atau mengirim kapal bantuan dari pelabuhan lain, khususnya untuk truk tonase besar,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rapat koordinasi Forkopimda, Kamis (24/7/2025).

Dalam Rakor yang dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Letkol Arh Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, dan sejumlah pejabat daerah lainnya, terungkap hanya 11 kapal dari 17 kapal yang beroperasi saat ini.

ADVERTISEMENT

Sebagian kapal masih dalam proses docking atau perawatan sebagai dampak dari insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, yang memicu evaluasi kelayakan seluruh armada.

“Armada aktif tidak cukup untuk mengangkut truk sumbu tiga bermuatan di atas 35 ton. Ini penyebab antrean panjang,” jelas pihak otoritas pelabuhan.

Pada rakor itu menghasilkan sejumlah keputusan strategis, di antaranya permintaan tambahan kapal ferry untuk jalur Ketapang–Gilimanuk, pemanfaatan dermaga LCM khusus truk logistik berat, usulan bantuan kapal milik TNI AL jenis Landing Ship Tank (LST) jika situasi darurat berlanjut.

Danlanal Banyuwangi menyatakan, usulan kapal LST akan segera dikoordinasikan ke komando atas.

“Akan kami koordinasikan lebih lanjut, apakah memungkinkan LST diperbantukan,” ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra melaporkan faktor kemacetan sudah mencapai Hutan Baluran, wilayah perbatasan Situbondo–Banyuwangi. Lalu lintas didominasi oleh truk-truk besar pengangkut logistik ke Bali.

Sebanyak 300 personel Polresta telah dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah truk melawan arus.

“Kami pastikan jalur sebaliknya (Banyuwangi ke Situbondo) tetap lancar. Fokus kami menjaga arus tetap satu arah di titik padat,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengamanan, Pemkab Banyuwangi akan mengerahkan tambahan personel dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Posko gabungan TNI, Polri, dan Pemda juga sedang disiapkan guna menyelesaikan krisis kemacetan ini secara terkoordinasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon