ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Macet Berjam-jam di Ketapang, Perusahaan Bus Rugi Besar

Minggu, 27 Juli 2025 | 08:10 WIB
AA
S
Penulis: Achmad Ali | Editor: JTO
Sejumlah kendaraan termasuk bus terjebak macet parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (16/7/2025).
Sejumlah kendaraan termasuk bus terjebak macet parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (16/7/2025). (Beritasatu.com/Kemenhub)

Surabaya, Beritasatu.com- Kemacetan parah menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, membuat operasional perusahaan otobus (PO) di Surabaya lumpuh. Antrean panjang kendaraan menuju penyeberangan ke Bali tak kunjung terurai, memicu penundaan perjalanan, kerugian operasional, hingga keluhan pelanggan.

Salah satu yang terdampak adalah PO Gunung Harta. Selama tiga hari terakhir, mereka terpaksa menunda keberangkatan bus rute Surabaya–Denpasar karena bus-bus terjebak berjam-jam di antrean pelabuhan. Bahkan ada bus yang baru tiba di Bali hampir 15 jam dari jadwal semula.

"Seharusnya sampai pukul 05.00 pagi, tapi baru tiba pukul 20.00 malam. Sopir kelelahan, operasional bertambah, dan pelanggan banyak yang marah," kata petugas administrasi Gunung Harta, Arum Khasana, kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/7/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Arum, kondisi ini tidak hanya menguras stamina kru lapangan, tapi juga memukul reputasi layanan mereka. Komplain datang silih berganti, terutama dari penumpang yang harus menempuh perjalanan darat dan laut dalam waktu tak menentu.

"Ada yang bisa memahami situasi, tapi banyak juga yang tidak mau tahu. Mereka tetap menuntut untuk segera tiba di Bali. Kita di posisi sulit," imbuhnya.

Gunung Harta biasanya mengoperasikan dua bus per hari dengan okupansi rata-rata 30 penumpang. Namun kini, jadwal keberangkatan menjadi tak pasti karena antrean di Pelabuhan Ketapang yang memanjang akibat pembatasan operasional kapal penyeberangan ke Gilimanuk, Bali.

Pihak perusahaan pun sudah menyampaikan keluhan secara resmi kepada PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP). Namun, Arum menyebut belum ada tindak lanjut signifikan yang bisa mempercepat proses penyebrangan.

“Keluhan pasti kami sampaikan ke ASDP, tapi kalau kapal-kapalnya masih banyak yang tidak beroperasi, kita bisa apa?” ujarnya pasrah.

Situasi di Ketapang kini menjadi perhatian serius para pelaku transportasi darat lintas Jawa-Bali. Jika tak segera ditangani, kemacetan ini bukan hanya mengganggu arus mobilitas manusia dan logistik, tapi juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon