TNI: 477 Warga Masih Mengungsi Pascaerupsi Semeru, 22 Rumah Rusak
Sabtu, 22 November 2025 | 23:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 477 warga sekitar Gunung Semeru masih bertahan di dua lokasi pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (22/11/2025). Sedikitnya 22 rumah, satu bangunan sekolah, dan satu gardu PLN rusak berat akibat erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Hal itu disampaikan Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi berdasarkan peninjauan lapangan dilakukan prajurit TNI sebagai respons situasi pascaerupsi Gunung Semeru.
Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) Divisi Infanteri (Divif) 2/Kostrad bersama Koramil 0821-14/Pronojiwo hari ini melaksanakan peninjauan lapangan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo guna melakukan asesmen menyeluruh terkait tingkat risiko serta aktivitas yang dinyatakan aman maupun berbahaya bagi warga.
“Personel Divif 2 Kostrad bersama Babinsa Koramil 0821-14/Pronojiwo bergerak sejak pagi hingga malam menembus kondisi alam yang tidak menentu. Cuaca mendung, wilayah yang masih rawan, serta potensi banjir lahar dingin tidak menyurutkan upaya mereka untuk menjangkau area-area yang membutuhkan penanganan cepat,” kata Agung dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, lanju dia, situasi terkini menunjukkan adanya tiga warga yang mengalami luka bakar akibat awan panas dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Lumajang dan Pasuruan.
“Sebanyak 477 jiwa masih bertahan di dua titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, sementara aktivitas masyarakat di wilayah Candipuro telah kembali normal,” ujar dia.
Dari sisi kerusakan materiel, tercatat 22 rumah warga, satu bangunan sekolah, dan satu gardu PLN mengalami kerusakan berat, disertai dampak signifikan pada lahan pertanian serta hewan ternak.
“Secara umum kondisi masyarakat terbilang kondusif, namun ancaman banjir lahar dingin masih cukup tinggi seiring intensitas hujan yang terus meningkat di kawasan tersebut,” tutur Agung.
Untuk memperkuat respons di lapangan, prajurit Kostrad mendirikan tenda peleton, dapur lapangan, serta memperkuat penyekatan di zona terdampak. Evakuasi barang berharga dan warga dilakukan secara terkoordinasi, didukung oleh personel Koramil Pronojiwo yang sejak awal turut melakukan penyisiran dan pengamanan wilayah.
Pos Komando didirikan di depan Balai Desa Supiturang, serta pos siaga ditempatkan di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumbersari guna memastikan tindakan cepat dapat dilakukan setiap saat.
“Satuan TNI di lapangan akan terus memperkuat sinergi dan kesiapan operasi kemanusiaan hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya, sebagai bentuk komitmen TNI membantu pemerintah daerah dalam melindungi rakyat dari ancaman bencana alam,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




