Wapres Tekankan Rencana Sistematis dalam Penanganan Banjir di Tuban
Jumat, 6 Maret 2026 | 16:12 WIB
Tuban, Beritasatu.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di kantor PT Solusi Bangun Indonesia Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana, sekaligus memastikan pemulihan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.
Dalam arahannya, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga dinilai tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Wapres juga meminta berbagai fasilitas umum yang terdampak banjir dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat kembali normal. Terutama bangunan sekolah serta rumah ibadah agar dapat segera digunakan oleh masyarakat terdampak.
Wapres juga menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” ujarnya.
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Wapres juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara serius mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Untuk jangka panjang, Wapres menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai.
“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” ucapnya.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sejumlah program penanganan banjir di wilayahnya membutuhkan dukungan anggaran serta skema pengerjaan jangka menengah.
“Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,” ucap Khofifah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, termasuk normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.
“Pada dasarnya semuanya sudah selesai Pak, tinggal normalisasinya saja,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa perusahaan turut berkontribusi dalam penanganan dampak bencana melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut mencakup bantuan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai langkah mitigasi lingkungan, seperti reklamasi lahan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko terhadap lingkungan dan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




