ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahan Baku Jajanan Naik, UMKM Jember Terancam Gulung Tikar

Jumat, 24 April 2026 | 06:40 WIB
AN
S
Penulis: Ahmad Hisyam Nugroho | Editor: JTO
Perajin jajanan di Jember mengurangi takaran produk akibat kenaikan harga bahan baku.
Perajin jajanan di Jember mengurangi takaran produk akibat kenaikan harga bahan baku. (Beritasatu.com/Hisyam)

Jember, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan baku secara bersamaan membuat usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) jajanan sekolah di Jember, Jawa Timur, terancam gulung tikar. Lonjakan harga minyak goreng, tepung, dan plastik kemasan, menekan biaya produksi hingga ke titik kritis.

Kondisi ini dirasakan para perajin di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, yang selama ini dikenal sebagai sentra industri rumahan camilan. Mereka kini dipaksa mencari cara agar usaha tetap bertahan di tengah tekanan biaya.

Salah satu perajin, Munawaroh (45), mengaku harus menghadapi dilema antara menaikkan harga atau menanggung kerugian. Menurutnya, kenaikan harga berisiko membuat produk tidak laku karena terbatasnya uang saku anak sekolah.

ADVERTISEMENT

“Kalau dinaikkan harganya terlalu tinggi, kasihan anak-anak sekolah. Jadi, untuk jajanan seperti mie lidi dan bangsreng, harganya tetap Rp 1.000, tetapi takarannya terpaksa saya kurangi sedikit agar tidak rugi total,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) pagi.

Untuk produk yang dipasarkan ke toko-toko, Munawaroh terpaksa menaikkan harga sekitar 15% guna menutup biaya operasional yang meningkat.

Data di lapangan menunjukkan kenaikan signifikan sejumlah bahan baku. Harga tepung tapioka naik dari Rp 13.500 menjadi Rp 15.000 per kilogram, minyak goreng curah dari Rp 19.000 menjadi Rp 22.000 per kilogram, sementara kantong plastik melonjak hingga 30%.

Kelurahan Mangli, khususnya Lingkungan Krajan Karang Mluwo, menjadi tumpuan ratusan warga yang menggantungkan hidup dari industri camilan rumahan. Tekanan biaya produksi kini mulai mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Koordinator lingkungan setempat, Zulkifli, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai jika harga bahan baku tidak segera stabil, dampaknya bisa meluas hingga ke sektor ketenagakerjaan.

“Di lingkungan ini ada ratusan pekerja yang menggantungkan hidup pada industri rumahan camilan. Kondisi sekarang sangat berat. Kami khawatir banyak perajin akan gulung tikar,” tegasnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk menstabilkan harga bahan baku. Stabilitas harga dinilai menjadi kunci agar UMKM tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon