Yakuza Maneges Dideklarasikan Gus dan Tokoh Kediri, Apa Tujuannya?
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Yakuza Maneges resmi diperkenalkan kepada publik sebagai organisasi sosial dan dakwah yang digagas sejumlah tokoh di Kediri, Jawa Timur, termasuk para gus atau putra kiai.
Deklarasi organisasi tersebut berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan wadah pembinaan moral serta keagamaan bagi masyarakat.
Kehadiran organisasi ini menarik perhatian karena mengusung nama yang tidak lazim. Meski identik dengan organisasi kriminal di Jepang, istilah “Yakuza” justru dimaknai berbeda oleh para penggagasnya.
Dalam konteks Yakuza Maneges, nama tersebut digunakan sebagai simbol perjalanan seseorang untuk berubah dari kehidupan yang buruk menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa.
Selain bergerak di bidang dakwah, organisasi ini juga menempatkan diri sebagai sarana pembinaan spiritual dan pengabdian sosial. Dengan pendekatan yang lebih inklusif, Yakuza Maneges diharapkan mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini dianggap marginal.
Tujuan Pembentukan Yakuza Maneges
Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges Thuba Topo Broto Maneges atau Den Gus Thuba, menjelaskan organisasi ini dibentuk sebagai media dakwah sekaligus ruang pembinaan spiritual bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri.
Menurutnya, Yakuza Maneges tidak hanya berfungsi sebagai organisasi perkumpulan biasa. Organisasi ini juga diarahkan menjadi sarana perubahan diri dan bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat.
"Organisasi Yakuza Maneges ini lagi bukan sekadar sebagai wadah berkumpul tetapi sebagai sebuah sarana perubahan dan pengabdian. Organisasi yang Yakuza Maneges membawa filosofi dan makna yang mendalam. Yakuza, yang awalnya kotor ujungnya zuhud abadi," ujar Den Gus Thuba dalam pidato deklarasinya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Organisasi tersebut ditujukan bagi individu yang pernah terjerumus dalam perilaku negatif atau menjalani kehidupan yang menyimpang, tetapi memiliki niat kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pendekatan ini menjadi salah satu ciri utama gerakan Yakuza Maneges, yakni merangkul masyarakat tanpa membedakan latar belakang masa lalu mereka.
Filosofi Nama 'Yakuza' yang Diusung Organisasi
Penggunaan nama “Yakuza” menjadi perhatian publik karena selama ini istilah tersebut identik dengan kelompok kriminal di Jepang. Namun, Den Gus Thuba menegaskan makna yang digunakan dalam organisasi ini sangat berbeda.
Ia menjelaskan istilah tersebut diadaptasi sebagai simbol perjalanan spiritual seseorang dari kondisi buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan memiliki nilai ketakwaan.
Makna tersebut sekaligus menggambarkan semangat organisasi untuk membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri. Dengan demikian, Yakuza Maneges ingin menghadirkan pendekatan dakwah yang lebih membumi dan dekat dengan masyarakat.
Yakuza Maneges berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan oleh KH Hamim Jazuli atau Gus Miek.
"Perlu diketahui organisasi Yakuza Maneges ini berdiri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin oleh KH Hamim Jazuli (Gus Miek). Nilai utama yang saya pegang menanamkan nilai spiritual yang telah diajarkan oleh Almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marginal," ucapnya.
Naungan tersebut memperkuat identitas spiritual dan kultural organisasi dalam menjalankan aktivitas dakwahnya. Pendekatan yang digunakan juga menitikberatkan pada upaya merangkul kelompok marginal melalui dakwah yang inklusif dan terbuka.
Selain itu, Den Gus Thuba menegaskan Yakuza Maneges bersifat nonpartisan dan tidak memiliki afiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
Organisasi ini juga menyatakan dukungannya terhadap aparat penegak hukum serta memiliki komitmen untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun hukum.
Tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, Yakuza Maneges juga memosisikan diri sebagai pengawal moral di tengah masyarakat.
Organisasi ini membawa visi untuk menjadi pelindung kelompok lemah, pembela kebenaran, sekaligus pengoreksi berbagai bentuk penyimpangan sosial di lingkungan publik.
Selain melakukan pendampingan sosial dan hukum, gerakan ini diharapkan mampu memberikan ruang pembinaan bagi masyarakat agar lebih dekat dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Dengan pendekatan tersebut, organisasi ini ingin membangun peran sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Kediri.
Respons Wali Kota Kediri terhadap Deklarasi Yakuza Maneges
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, turut hadir dalam deklarasi Yakuza Maneges. Ia menilai penggunaan nama “Yakuza” memang terdengar tidak lazim di tengah masyarakat.
Meski demikian, Vinanda menegaskan organisasi tersebut membawa pendekatan dakwah yang berbeda dari persepsi umum mengenai istilah tersebut.
Ia juga menyebut gerakan ini sejalan dengan warisan dakwah KH Hamim Jazuli atau Gus Miek yang dikenal memiliki prinsip merangkul seluruh kalangan tanpa terkecuali, termasuk mereka yang dianggap jauh dari nilai-nilai kebaikan.
"Selamat atas deklarasi resmi organisasi Yakuza Maneges Pusat dan wilayah Kediri Raya. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia," kata Vinanda dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Vinanda menjelaskan Pemerintah Kota Kediri memiliki visi MAPAN, yaitu maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.
Menurutnya, visi tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti Yakuza Maneges.
Kehadiran Yakuza Maneges menjadi fenomena baru dalam gerakan sosial dan keagamaan di Kediri.
Melalui fokus pada pembinaan moral, dakwah, serta kepedulian sosial, organisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebaikan di daerah tersebut.
Dengan pendekatan yang merangkul berbagai lapisan masyarakat, Yakuza Maneges juga diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang membawa perubahan positif bagi individu maupun lingkungan sosial di sekitarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




