ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asal Mula Virus West Nile dan Cara Mencegahnya

Senin, 8 Juli 2024 | 18:21 WIB
AM
H
TE
Ilustrasi virus West Nile.
Ilustrasi virus West Nile. (Istimewa)

Jakarta, Beritsatu.com - Wabah mematikan virus West Nile dilaporkan tengah merebak di Israel dengan lebih dari 100 orang telah terinfeksi. Virus ini pertama kali ditemukan pada seorang wanita di distrik West Nile, Uganda, pada 1937.

Pada 1953, virus ini ditemukan pada burung di wilayah delta Nil. Sejak itu, infeksi virus West Nile pada manusia telah dilaporkan di banyak negara selama lebih dari 50 tahun.

Mengutip laman World Health Organization (WHO), pada 1999, virus West Nile yang ada di Israel dan Tunisia menyebar ke New York melalui migrasi burung yang terinfeksi. Hal ini menyebabkan wabah besar yang kemudian menyebar ke seluruh Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

Wabah besar juga terjadi di Yunani, Israel, Rumania, Rusia, dan AS, terutama di jalur migrasi burung. Saat ini, virus ini tersebar luas di seluruh Afrika, sebagian Eropa, Timur Tengah, Asia Barat, dan Australia, serta telah menyebar dari Kanada hingga Venezuela sejak masuk ke AS.

Penularan Virus West Nile
Virus ini ditularkan oleh nyamuk, dengan jenis utama pembawa di Israel adalah culex pipiens, yang terbukti menjadi vektor utama penyebarannya. Nyamuk menjadi terinfeksi saat menghisap darah burung yang sudah terinfeksi virus ini.

Virus kemudian masuk ke air liur nyamuk dan dapat ditularkan ke manusia dan hewan saat nyamuk menggigit lagi. Manusia, kuda, dan mamalia lain juga bisa terinfeksi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, darah, atau jaringan mereka. Penularan melalui transplantasi organ, transfusi darah, dan ASI juga telah dilaporkan, termasuk satu kasus penularan dari ibu ke anak saat masih dalam kandungan.

Gejala dan Dampak Infeksi Virus West Nile
Menurut Cleveland Clinic, sebagian besar orang yang terinfeksi virus West Nile (sekitar 80%) tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, virus ini bisa menyebabkan penyakit parah pada sistem saraf dan bahkan kematian pada manusia.

Gejala ringan yang dapat muncul, termasuk demam, sakit kepala, nyeri tubuh, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada sekitar 1% kasus, infeksi dapat berkembang menjadi penyakit serius yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti ensefalitis (peradangan otak), meningitis (peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang), atau mielitis (peradangan sumsum tulang belakang).

Berikut ini beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan virus West Nile.

1. Gunakan obat antinyamuk
Oleskan obat nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau minyak lemon eucalyptus pada kulit yang terbuka. Bahan-bahan ini efektif dalam mengusir nyamuk dan mengurangi risiko gigitan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat nyamuk.

2. Pakai pakaian pelindung
Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang saat berada di luar rumah, terutama saat pagi dan sore hari ketika nyamuk paling aktif. Pakaian yang menutupi tubuh dapat mengurangi area kulit yang terpapar gigitan nyamuk.

3. Gunakan kelambu
Tidur di bawah kelambu jika tidur di luar rumah atau di daerah dengan banyak nyamuk. Kelambu memberikan perlindungan fisik terhadap gigitan nyamuk selama tidur, terutama di daerah yang berisiko tinggi terhadap penularan virus West Nile.

4. Jaga lingkungan bebas nyamuk
Kurangi tempat-tempat yang bisa menampung air di sekitar rumah, seperti ember, pot bunga, atau tempat penampungan air lainnya. Nyamuk berkembang biak di air yang tergenang, jadi dengan menghilangkan tempat-tempat ini, Anda dapat mengurangi populasi nyamuk di sekitar rumah Anda. Pastikan untuk mengosongkan dan membersihkan wadah air secara teratur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon