Reza Rahadian Kagum Keindahan Alam Takengon Aceh yang Mirip Eropa
Sabtu, 5 Juli 2025 | 07:09 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Aktor Reza Rahadian mengaku sangat terkesan dan mengagumi keindahan alam dataran tinggi Gayo di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Dia menyebut view Takengon mirip dengan Eropa.
"Saya jujur kaget, datang ke sini itu, saya belum pernah tahu seperti apa Takengon, Gayo. Saya melihat view seperti ini, saya bilang wah indah banget tempat ini ya," kata Reza Rahadian seusai acara syukuran film Black Coffee di Takengon, Jumat (4/7/2025).
Reza Rahadian ke Takengon, untuk melaksanakan syuting film terbarunya berjudul Black Coffee. Ia bakal beradu peran dengan artis Sha Ine Febriyanti. Keduanya dijadwalkan syuting di Takengon 1 bulan penuh.
Untuk syutingnya sendiri dimulai pada 5 Juli 2025 dengan mengambil sejumlah lokasi di dataran Tinggi Gayo, dan Takengon sebagai lokasi utama.
"Saya tiba di sini saja, saya bilang waduh ini Hotel Portola langsung danau. Dengan view seperti ini tidak usah jauh-jauh ke Eropa, kita ke Takengon saja," ujar Reza dikutip dari Antara.
Reza berharap film ini nantinya dapat mengangkat pariwisata daerah, khususnya Kota Takengon. Karena, banyak film-film yang mengangkat atau memiliki latar belakang satu daerah tertentu ikut mengenalkan pariwisata daerah tersebut.
Baca Juga: Hujan Kritik Warnai 20 Tahun Perjalanan Karier Reza Rahadian
"Itu tentu benefit yang kemudian kita tuai di akhir. Jadi satu set rumah Onot itu kan adanya di atas gunung ya, di dataran yang lumayan tinggi, itu view-nya luar biasa," kata Reza Rahadian.
Dalam film Black Coffee, Reza Rahadian berperan sebagai seorang petani kopi Gayo bernama Onot yang digambarkan memiliki keterbatasan fisik karena tidak bisa melihat.
"Jadi ada perspektif yang menarik dalam film ini, suami istri yang dua-duanya tidak bisa melihat, kemudian bagaimana menjalani kehidupan seperti masyarakat biasa di tengah keterbatasan mereka," ujarnya.
Film ini juga bercerita tentang bagaimana hubungan suami istri yang berusaha untuk bisa memiliki anak, lengkap dengan hiruk pikuk yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat khususnya di tanah Gayo.
Menurutnya, film yang disutradarai Jeremias Nyangoen ini sangat menarik, apalagi karya-karyanya memang terkenal bagus. Karena itu, ia tidak bisa menolak untuk bergabung dalam filmnya.
"Saya menyaksikan bagaimana Mas Jeremias meraih Piala Citra-nya sebagai director terbaik, filmnya menjadi film terbaik di Festival Film Indonesia, kemudian menjadi perwakilan film Indonesia untuk Academy Awards, saya tidak mungkin tidak menerima film ini," demikian Reza Rahadian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




