Intip Persiapan Gunung Rinjani Menuju Destinasi Pendakian Kelas Dunia
Senin, 12 Januari 2026 | 17:55 WIB
Mataram, Beritasatu.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memperkuat pengelolaan kawasan pendakian Gunung Rinjani agar sejajar dengan destinasi pendakian kelas dunia. Salah satu langkah konkret adalah pemanfaatan teknologi, mulai dari CCTV hingga sistem monitoring digital.
Menurut Kepala Balai TN Gunung Rinjani Budhy Kurniawan, pengelolaan kawasan diarahkan untuk memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, dengan prinsip profesionalitas, adaptif, serta tata kelola berkelanjutan.
“Visi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani adalah menjadikan kawasan ini sebagai destinasi pendakian kelas dunia. Saat ini semua capaian sudah on the track,” ujar Budhy Kurniawan kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan, konsep pendakian kelas dunia bukan sekadar soal popularitas, tapi praktik terbaik pengelolaan kawasan.
Ada tiga prinsip utama Balai TNGR, yaitu konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung, manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Ketika bicara pendakian kelas dunia, yang pertama harus dijamin adalah konservasi lingkungannya. Kedua, keselamatan pengunjung. Ketiga, nilai manfaat ekonomi lokal,” jelasnya.
Balai TNGR terus membenahi infrastruktur pendakian, termasuk jalur dan fasilitas pendukung. Tahun ini, fokus pengelolaan juga pada teknologi untuk pelayanan pendakian dan pengawasan kawasan.
Salah satu inovasi adalah monitoring online melalui CCTV. Saat ini, telah terpasang tujuh unit CCTV dan akan ditambah delapan unit lagi secara bertahap.
CCTV ditempatkan di titik-titik strategis seperti jalur pendakian utama, area perkemahan, dan lokasi aktivitas pendaki.
“Dengan adanya CCTV, monitoring bisa lebih efektif. Nantinya juga menyiapkan command center di Balai sebagai pusat pengawasan seluruh aktivitas pendakian,” ujarnya.
Selain CCTV, TNGR mengembangkan smart patrol, pola patroli berbasis teknologi untuk pengamanan dan perlindungan kawasan konservasi.
Pengawasan tidak hanya untuk mendeteksi potensi kecelakaan, tetapi juga memastikan kepatuhan pendaki terhadap SOP, termasuk pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.
“Semua aktivitas bisa terekam. Kalau ada pelanggaran, baik oleh pengunjung, porter, mitra, bahkan petugas, itu bisa menjadi bahan evaluasi dan penegakan aturan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tidak ada acuan baku internasional untuk standar pendakian kelas dunia. Namun, Rinjani terus mengadopsi praktik terbaik sesuai karakter kawasan, mengedepankan konservasi, keselamatan, dan manfaat ekonomi.
“Versi Rinjani adalah mengedepankan konservasi, keselamatan, dan manfaat ekonomi. Tiga prinsip ini yang akan terus kita tingkatkan,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




