ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gunung Rinjani Ditutup Selama 3 Bulan mulai 1 Januari 2026

Senin, 22 Desember 2025 | 13:08 WIB
MA
JS
Penulis: Muhammad Awaludin | Editor: JJS
Pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Antara/Balai TNGR)

Mataram, Beritasatu.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara seluruh destinasi wisata alam pendakian Gunung Rinjani mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi sekaligus upaya pemulihan ekosistem kawasan konservasi.

Kepala Balai TNGR Yarman mengatakan, penutupan dilakukan menyusul potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan yang berisiko membahayakan keselamatan pengunjung.

ADVERTISEMENT

“Penutupan ini adalah langkah perlindungan keselamatan pengunjung dan upaya konservasi. Kondisi cuaca pada awal tahun berpotensi meningkatkan risiko longsor, banjir, dan kecelakaan di jalur pendakian,” ujar Yarman kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Selama periode penutupan, seluruh jalur wisata alam pendakian dinyatakan ditutup total. Jalur yang terdampak meliputi Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Dengan kebijakan ini, tidak ada aktivitas pendakian yang diperbolehkan hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Balai TNGR juga menetapkan sejumlah ketentuan penting terkait penutupan, di mana pemesanan tiket eRinjani ditutup paling lambat 28 Desember 2025 pukul 23.59 Wita. Untuk batas akhir check-in pendaki dimulai 31 Desember 2025 dan batas akhir check-out pendaki pada 3 Januari 2026.

Pendaki yang telah check-in sebelum penutupan masih diperbolehkan menyelesaikan aktivitas pendakian hingga batas waktu tersebut.

Yarman menegaskan, penutupan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari strategi pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan.

Aktivitas pendakian yang tinggi sepanjang musim kemarau dinilai memberi tekanan besar terhadap jalur, vegetasi, dan kebersihan kawasan.

“Gunung Rinjani membutuhkan waktu untuk beristirahat. Pemulihan jalur, vegetasi, dan ekosistem sangat penting agar kawasan ini tetap lestari dan aman untuk dikunjungi ke depan,” katanya.

Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi pendakian favorit nasional dan internasional. Setiap tahun, puluhan ribu pendaki mengunjungi kawasan ini melalui berbagai jalur resmi, sehingga pengelolaan lingkungan dan keselamatan menjadi tantangan tersendiri.

Balai TNGR mengimbau masyarakat, pelaku wisata, dan calon pendaki untuk mematuhi kebijakan penutupan. Informasi resmi terkait pembukaan kembali pendakian akan diumumkan melalui kanal komunikasi resmi TNGR setelah evaluasi cuaca dan kondisi ekosistem dilakukan.

“Rinjani bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi harus dijaga untuk generasi mendatang,” pungkas Yarman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Intip Persiapan Gunung Rinjani Menuju Destinasi Pendakian Kelas Dunia

Intip Persiapan Gunung Rinjani Menuju Destinasi Pendakian Kelas Dunia

LIFESTYLE
Pendaki Denmark Jatuh di Rinjani, Evakuasi Pakai Helikopter

Pendaki Denmark Jatuh di Rinjani, Evakuasi Pakai Helikopter

NUSANTARA
WNA Kembali Terjatuh di Gunung Rinjani, Kali Ini Orang Belanda

WNA Kembali Terjatuh di Gunung Rinjani, Kali Ini Orang Belanda

NUSANTARA
Wisatawan Kembali Jatuh di Rinjani, WN Swiss Alami Patah Tulang

Wisatawan Kembali Jatuh di Rinjani, WN Swiss Alami Patah Tulang

NUSANTARA
Larva di Kepala Ungkap Juliana Marins Tewas 32 Jam Usai Jatuh

Larva di Kepala Ungkap Juliana Marins Tewas 32 Jam Usai Jatuh

INTERNASIONAL
Juliana Marins Tewas di Rinjani, Autopsi Brasil: Hanya Hidup 15 Menit

Juliana Marins Tewas di Rinjani, Autopsi Brasil: Hanya Hidup 15 Menit

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon